28.2 C
Tangerang Selatan
Jumat, November 28, 2025
Beranda blog Halaman 2

Peringati Hari Pahlawan, Kalapas Khusus Gunung Sindur Ajak Jajaran Bekerja Lebih Baik 

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Foto IST)

RADARTANGSEL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan 2025 pada Senin (10/11) pagi.

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto menyatakan, peringatan Hari Pahlawan merupakan pengingat untuk terus semangat meneruskan perjuangan para pendahulu bangsa.

“Selain itu, jadi pengingat bagi kita semua agar semangat perjuangan para pahlawan terus hidup dalam diri kita dalam sikap, tindakan, dan pengabdian sehari-hari,” ujar Wahyu dalam amanatnya.

Lapas Khusus Gunung Sindur Gelar Upacara Hari Pahlawan (Foto IST)

Wahyu menambahkan, peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”. Oleh karena itu, sebagai insan Pemasyarakatan berarti meneruskan perjuangan Pahlawan.

“Perjuangannya bukan dengan senjata, tetapi melalui pengabdian sepenuh hati kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuh Wahyu pada kegiatan yang dihadiri oleh para pejabat struktural dan warga binaan itu.

Wahyu berpesan kepada jajarannya untuk menghindari tindakan kecil yang tidak pantas dan dapat menghapus kerja keras insan Pemasyarakatan yang tulus melayani.

“Sebaliknya, satu tindakan baik, senyum tulus, bantuan cepat, dapat menciptakan kepercayaan masyarakat dan menjadi ladang pahala,” ujar Wahyu.

Wahyu berharap, seluruh jajarannya menjadi pahlawan bagi diri sendiri dan masyarakat dengan mewarisi semangat para pahlawan yang rela berkorban demi bangsa.

“Tugas kita adalah menjaga amanah itu melalui pelaksanaan tugas dengan sungguh -sungguh. Menjunjung etika, dan menegakkan nilai-nilai kemanusiaan,” kata Wahyu .

“Mari kita kobarkan semangat untuk selalu bekerja lebih baik, melayani lebih tulus, dan menjaga nama Pemasyarakatan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Wahyu.

Terakhir, Wahyu Indarto mengapresiasi seluruh warga binaan tindak terorisme, santri dan pramuka yang telah turut andil mengikuti upacara hari pahlawan 2025.

Budidaya Cerdas di Lahan Terbatas: Kalapas Gunung Sindur Pimpin Panen Sayuran Hidroponik

Lapas Khusus Gunung Sindur Panen Sayuran Hidroponik (Foto IST)

RADARTANGSEL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang ‘Ketahanan Pangan’.

Komitmen itu ditunjukkan dengan sukses menggelar panen sayuran hidroponik berupa bayam merah dan pakcoy segar di Area Hidroponik Blok C Lapas Khusus Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Jumat (31/10) pagi.

Kegiatan panen sayuran hidroponik tersebut dipimpin langsung oleh Kalapas Khusus Gunung Sindur, Wahyu Indarto serta didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Rizky Kesuma Putra dan para pejabat struktural, serta staf Giatja.

Lapas Khusus Gunung Sindur Panen Sayuran Hidroponik (Foto IST)

Kalapas Wahyu menekankan bahwa pemanfaatan teknologi hidroponik ini merupakan solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan lahan di dalam Lapas sekaligus memberikan pembinaan kemandirian yang aplikatif bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

“Panen ini bukan sekadar hasil tani, melainkan bukti nyata dari program pembinaan yang produktif. Kami mengoptimalkan setiap jengkal lahan untuk menghasilkan bahan pangan segar dan higienis, yang secara langsung mendukung ketersediaan nutrisi WBP,” jelas Wahyu.

Sayuran hidroponik yang dipanen hari ini dikenal memiliki kualitas tinggi karena dibudidayakan tanpa tanah dan dikontrol ketat melalui larutan nutrisi.

Hasil panen bayam merah dan pakcoy ini rencananya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan dapur umum Lapas, memastikan asupan nutrisi yang sehat bagi WBP.

Kegiatan panen ini menegaskan peran Seksi Kegiatan Kerja Lapas Gunung Sindur dalam menjalankan fungsi pembinaan, mengubah area terbatas menjadi sumber pangan berkelanjutan, sejalan dengan visi Pemasyarakatan untuk mewujudkan Lapas yang semakin produktif.

Dinilai Terbaik! DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta Sabet Penghargaan dari DPP 

Ketua DPP Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana Muhammad Reza Putra Menyerahkan Piagam Penghargaan ke Ketua DPW DKI Jakarta, Jecky Efrianto (Foto IST)

RADARTANGSEL – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta diganjar penghargaan dari DPP lantaran berhasil membawa organisasi menjadi profesional.

DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta yang dinakhodai oleh Jecky Efrianto itu menyabet penghargaan kategori “Dewan Pimpinan Wilayah Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana Terbaik dari 17 Provinsi dan 82 Kabupaten / Kota”.

Penghargaan diserahkan oleh Ketua DPP Dr. Muhammad Reza Putra S.H, M.H, CIL serta diterima langsung Jecky Efrianto pada acara Milad ke-5 Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana di Hotel BatiQa, Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (28/10/25) siang.

Ketua DPP Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana, Muhammad Reza menjelaskan, pemberian penghargaan kepada jajarannya merupakan kebijakan pihaknya yang selaras dengan kebutuhan organisasi yang ia nahkodai.

Selain itu, lanjut Muhammad Reza, guna memotivasi atau menjadi cambuk untuk DPW-DPW lain. Menurutnya, belum genap satu tahun DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta telah melakukan banyak aksi berupa bantuan hukum dan sosial kepada masyarakat.

“Termasuk menjalin hubungan baik dengan stakeholder. Pertahankan prestasi ini dan jadikan motivasi untuk lebih baik lagi guna menciptakan Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana yang semakin profesional,” kata Muhammad Reza, usai kegiatan.

Sementara itu, Ketua DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta, Jecky Efrianto menambahkan bahwa penghargaan tersebut akan dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi ke depannya.

Menurut pria kelahiran Padang Pariaman, Sumatera Barat itu, penghargaan yang disabet oleh organisasi yang ia pimpin tersebut merupakan hasil implementasi dari arahan Ketua DPP Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana, Muhammad Reza.

Selain itu, kata pria murah senyum dan berjiwa sosial tinggi yang akrab disapa Jecky tersebut, berkat sinergitas serta soliditas yang baik antara pimpinan dan seluruh jajaran DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta.

Melalui momen itu, Jecky pun meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar senantiasa dapat lebih baik lagi dalam melayani dan memberikan bantuan hukum maupun sosial kepada rakyat DKI Jakarta.

“Terima kasih kepada bapak Ketua DPP Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana atas perhatian dan arahannya selama ini kepada kami. Saya juga mengapresiasi loyalitas jajaran DPW yang tanpa lelah memberikan pengabdiannya,” katanya.

“Selamat hari jadi ke-5 Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana. Semoga ke depannya semakin sukses, jaya dan abadi,” tandas pria yang biasa menggunakan arloji di lengan kanannya tersebut kepada wartawan.

 

Milad Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana, Ketua DPW DKI Jakarta: Sukses, Jaya, Abadi!

Ketua DPW Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta, Jecky Efrianto (pertama dari kiri) Bersama Jajarannya (Foto: IST)

RADARTANGSEL – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Satria Advokasi Wicaksana DKI Jakarta, Jecky Efrianto berkomitmen untuk dapat memberikan kontribusi yang lebih luas terkait bantuan hukum dan sosial kepada masyarakat.

Hal tersebut Jecky kemukakan saat menghadiri acara hari jadi atau Milad ke-5 Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana yang berlangsung di Hotel BatiQa Jababeka, Cikarang, Jawa Barat pada Selasa 28 Oktober 2025.

Melalui momen Milad ke-5, Jecky menegaskan bahwa pihaknya tegak lurus dengan arahan maupun atensi dari Ketua DPP Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana, Dr. Muhammad Reza Putra S.H, M.H, CIL.

“Kami yakin dengan dukungan masyarakat serta para profesional di bidang hukum, Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana semakin maju dan jaya, serta bermanfaat untuk rakyat Indonesia,” ujar Jecky didampingi Sekertaris serta Bendaharanya, Yanto dan Sunandar.

Menurut pria kelahiran Padang Pariaman, Sumatera Barat tersebut, lima tahun perjalanan Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana merupakan bukti komitmen pihaknya untuk terus berdiri di garis depan memperjuangkan keadilan untuk masyarakat Indonesia.

“Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana hadir untuk memastikan bahwa setiap warga negara mendapatkan hak yang sama di mata hukum. Kami berharap, ke depannya dapat memberikan manfaat kepada masyarakat Indonesia,” katanya.

Jecky mengungkapkan bahwa pihaknya tidak hanya hadir pada aspek bantuan hukum di tengah masyarakat, namun juga turut andil dalam kegiatan sosial seperti peduli olahraga, yatim piatu, fakir miskin, korban bencana dan mewujudkan kamtibmas kondusif.

“Kami memohon doa kepada seluruh elemen masyarakat agar kehadiran Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana dapat semakin memberikan manfaat bagi masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

Ketua Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana Ajak Jajaran Tingkatkan Kinerja untuk Masyarakat 

Ketua DPP Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Satria Advokasi Wicaksana, Dr. Muhammad Reza Putra S.H, M.H, CIL (Foto IST)

RADARTANGSEL – Ketua DPP Pusat Bantuan Hukum (Pusbakum) Satria Advokasi Wicaksana, Dr. Muhammad Reza Putra S.H, M.H, CIL meminta seluruh jajarannya untuk meningkatkan motivasi dan kinerja dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat.

“Termasuk membangun soliditas antar-pengurus, karena lembaga yang baik itu dapat membangun kerja sama tim bukan individu,” kata Muhammad Reza usai memperingati hari jadi atau Milad ke-5 Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana di Hotel BatiQa Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (28/10).

Muhammad Reza menambahkan, melalui momen Milad ke-5 Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana pihaknya akan membangun program pendidikan baru di bidang mediator dengan menggandeng Mahkamah Agung (MA).

“Hal itu agar Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana mendapatkan sertifikasi atau surat keputusan supaya bisa menjadi mediator untuk orang-orang yang membutuhkan,” ujar Muhammad Reza kepada wartawan di lokasi kegiatan.

Terakhir, Muhammad Reza berpesan kepada seluruh jajaranya di 17 Provinsi dan 82 Kabupaten/Kota untuk semakin lebih baik dari sebelumnya, kemudian selalu berkoordinasi serta membangun kerja sama yang solid.

“Dengan usianya yang lima tahun kita harapkan Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana semakin lebih baik lagi dalam membantu masyarakat di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” pungkasnya.

Sekadar informasi, Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana saat ini memiliki perwakilan di 17 Provinsi dan 82 Kabupaten/Kota, dengan anggota mencapai kurang lebih 17 ribu orang.

Pusbakum Satria Advokasi Wicaksana yang dinakhodai Muhammad Reza tersebut melayani bantuan hukum kepada masyarakat berupa pidana maupun perdata hingga sengketa Pilkada dan lain-lain.

Hari Sumpah Pemuda ke-97, Napiter Lapas Khusus Gunung Sindur Jadi Pengibar Bendera Merah Putih

Napiter di Lapas Khusus Gunung Sindur Menjadi Pengibar Bendera Merah Putih pada Hari Sumpah Pemuda 2025 (Foto IST)

RADARTANGSEL – Para narapidana terorisme (Napiter) yang menjalani pembinaan di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada Selasa 28 Oktober 2025.

Pada kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto itu, tiga napiter menjadi pengibar bendera Merah Putih, dan satu orang selaku pembaca Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928.

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Foto IST)

Dalam amanatnya, Wahyu Indarto menjelaskan bahwa Hari Sumpah Pemuda bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kebangsaan Indonesia yang telah tumbuh di dalam benak dan sanubari pemuda-pemudi.

“Dengan menghilangkan sekat-sekat yang disebabkan oleh perbedaan daerah, Sumpah Pemuda menjadi langkah penting menuju persatuan yang lebih solid,” kata Wahyu pada kegiatan yang juga dihadiri oleh para pejabat struktural dan warga binaan tersebut.

Menurut Wahyu, melalui ikrar Sumpah Pemuda para pemuda-pemudi berupaya untuk mencapai kemerdekaan dan mewujudkan cita-cita bersama bangsa, yaitu mempersatukan pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia.

Semangat persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif dan memperkuat solidaritas antar-pemuda, sehingga dapat bekerja bersama demi kemajuan bangsa.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025. Mari kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Demi Indonesia Raya yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. Salam Pemuda!,” pungkasnya.

Antisipasi Gangguan Keamanan, Lapas Khusus Gunung Sindur Razia Kamar WBP

Kamar WBP di Lapas Khusus Gunung Sindur Digeledah Personel Gabungan (Foto: IST)

RADARTANGSEL – Kamar hunian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirazia personel gabungan pada Minggu (25/10).

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari 13 program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, yakni memberantas peredaran narkoba dan penipuan di dalam Lapas.

Selain itu, tindak lanjut dari Surat Keputusan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, tentang Standar Pemulihan Gangguan Keamanan dan Ketertiban Pemasyarakatan Pada Rutan, LPAS, Lapas dan LPKA.

Kemudian, implementasi dari perintah harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen Pas), Mashudi terkait Lapas bersih dari halinar (handphone, pungutan liar, narkoba) dan penipuan.

“Termasuk upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” ujar Wahyu Indarto didampingi sejumlah jajarannya di lokasi kegiatan

Lapas Khusus Gunung Sindur Razia Kamar Hunian WBP (Foto: IST)

Menurut Wahyu sapaan akrabnya, pada razia tersebut pihaknya menerjunkan puluhan personel Lapas Gunung Sindur, dan aparat penegak hukum (APH) dari unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Wahyu mengungkapkan, pada razia tersebut pihaknya menemukan botol, pisau carter, kabel, dan benda-benda yang berpotensi dijadikan senjata tajam dari kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Menurut Wahyu, pada penggeledahan ini pihaknya tidak menemukan narkoba dan handphone. Ia mengingatkan seluruh jajarannya serta WBP untuk tidak bermain-main dengan narkotika lantaran dapat merugikan diri sendiri.

Terakhir, Wahyu juga mengajak jajarannya dan warga binaan untuk bersama-sama menjadikan Lapas Khusus Gunung Sindur sebagai rumah bersama yang aman dan nyaman, serta tertib.

“Kegiatan razia ini dilaksanakan rutin dan bersifat mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu terkait waktu dan tempatnya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri atas kerja samanya,” pungkas Wahyu.

Bekali Napiter Keterampilan Kewirausahaan, Lapas Khusus Gunung Sindur dan BNPT Gelar Pelatihan Barista

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Foto Ist)

RADARTANGSEL – Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara resmi membuka pelatihan kewirausahaan Barista bagi narapidana terorisme (Napiter), Selasa (21/10).

Kepala Lapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam program deradikalisasi dan reintegrasi sosial untuk menyiapkan para Napiter kembali ke masyarakat.

Harapan Kemandirian Pasca-Ikrar Setia NKRI

Orang nomor satu di jajaran Lapas Khusus Gunung Sindur itu berharap agar keterampilan yang diajarkan dapat menjadi bekal kemandirian untuk para napiter setelah bebas nanti.

“Minimal bermanfaat untuk diri dan keluarga. Buatlah kopi dengan sepenuh hati. Agar kopi yang kita buat, tak hanya nikmat dan enak tapi juga dikangenin (dirindukan),” kata Wahyu, disambut antusias oleh peserta kegiatan.

Lapas Khusus Gunung Sindur Menggelar Pelatihan Barista untuk para Napiter (Foto Ist)

Sementara itu, Kasubdit Bina Dalam Lapas Wahyu Herawan menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan ini adalah tindak lanjut nyata dari komitmen yang telah diucapkan para napiter.

“Program ini merupakan bagian dari program deradikalisasi pasca dilaksanakannya Ikrar Setia NKRI pada Senin, 20 Oktober kemarin. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari kegiatan reintegrasi,” jelas Wahyu Herawan.

Melatih Keterampilan yang Siap Jual

Setelah pembukaan, kegiatan pelatihan yang diikuti oleh sembilan orang napiter sebagai peserta itu dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis barista.

Pada pelatihan itu, para peserta dibimbing oleh pelatih untuk menguasai keterampilan meracik kopi, teknik penyajian, hingga manajemen kedai kopi sederhana.

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mengubah pola pikir, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tinggi sebagai modal wirausaha bagi Napiter.

Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan BNPT dan pihak terkait dalam memberikan pembinaan kemandirian yang relevan.

“Sehingga para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat kembali berintegrasi sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” pungkas Wahyu.

Berhasil Bina Napiter, Ditjen Pemasyarakatan Apresiasi Lapas Khusus Gunung Sindur 

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjen Pemasyarakatan Yulius Sahruzah (Foto Ist)

RADARTANGSEL – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan mengapresiasi Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur lantaran dinilai mampu membina narapidana terorisme (napiter) dengan baik, hingga kembali ke pangkuan ibu Pertiwi.

Delapan Napiter Lapas Khusus Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI (Foto: Ist)

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjen Pemasyarakatan Yulius Sahruzah saat menyaksikan delapan napiter ikrar setia ke NKRI di Lapas Khusus Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/10) siang.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur yang hari ini telah berhasil mengikrarkan sebanyak delapan warga binaan (napiter),” ujar Yulius.

Terakhir, Yulius berpesan kepada jajaran Lapas Khusus Gunung Sindur untuk meningkatkan terus kemampuan yang profesional, integritas dan pengabdian dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin berat.

“Sekali lagi saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi saudara-saudara sekalian dalam menjalankan tugas yang sangat mulia ini,” ujar Yulius.

Masih di tempat yang sama, Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto dalam laporannya menyebut bahwa jumlah napiter yang ikrar NKRI sebanyak delapan orang.

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Foto: Ist)

Menurut Wahyu, pelaksanaan ikrar setia NKRI ini dilaksanakan sebagai indikator menurunnya tingkat risiko dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) tindak pidana terorisme.

Selain itu, bertujuan untuk semakin mengukuhkan komitmen bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan khususnya jajaran Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dalam menangani WBP tindak pidana terorisme

“Guna mencapai tujuan pemasyarakatan serta meningkatkan kinerja agar dapat terus memberikan dampak positif kepada masyarakat termasuk warga binaan,” kata Wahyu.

Terakhir, Wahyu mengapresiasi seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras sampai dapat terlaksananya ikrar setia NKRI di Lapas Khusus Gunung Sindur tersebut.

“Kami berharap apa yang dilakukan oleh Lapas Khusus Kelas Gunung Sindur ini terus menjadi inspirasi bagi Lapas/Rutan lainnya yang melaksanakan pembinaan kepada WBP tindak pidana terorisme,” pungkasnya.

Sebelumnya, delapan napiter yang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat ikrar setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Senin (20/10).

Pada kesempatan itu, delapan napiter mengucapkan ikrar setia NKRI secara bersama-sama, melakukan sikap hormat
dan mencium bendera Merah Putih, menandatangani surat pernyataan, kemudian mengucapkan sila-sila
Pancasila serta yel-yel “NKRI Harga Mati”.

Ikrar setia NKRI disaksikan langsung oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Ditjen Pemasyarakatan Yulius Sahruzah, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjen Pas Jawa Barat Ishadi Maja Prayitno, perwakilan BNPT, Densus 88 Anti-teror Polri, Kodim dan Polres Bogor, Camat, Koramil, Polsek serta tokoh agama dan masyarakat Gunung Sindur.

Delapan Napiter Lapas Khusus Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI 

Delapan Napiter Lapas Khusus Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI (Foto Ist)

RADARTANGSEL – Delapan narapidana teroris (napiter) yang menjalani pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat ikrar setia ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Senin (20/10).

Pada kesempatan itu, delapan napiter mengucapkan ikrar setia NKRI secara bersama-sama, melakukan sikap hormat
dan mencium bendera Merah Putih, menandatangani surat pernyataan, kemudian mengucapkan sila-sila
Pancasila serta yel-yel “NKRI Harga Mati”.

Ikrar setia NKRI disaksikan langsung oleh Direktur Pembinaan Napi dan Anak Binaan Ditjen Pemasyarakatan Yulius Sahruzah, Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjen Pas Jawa Barat Ishadi Maja Prayitno, perwakilan BNPT, Densus 88 Anti-teror Polri, Kodim dan Polres Bogor, Camat, Koramil, Polsek serta tokoh agama dan masyarakat Gunung Sindur.

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan (Dirbinapi dan Anbin) Ditjen Pemasyarakatan Yulius Sahruzah mengatakan, kegiatan ikrar setia NKRI yang digelar pihaknya itu merupakan salah satu wujud keberhasilan bersama dalam pembinaan napiter.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur yang telah berhasil mengikrarkan sebanyak 8 warga binaan,” ujar Yulius disambut antusias peserta kegiatan.

Menurut Yulius, dengan pernyataan ikrar setia terhadap NKRI para napiter telah siap untuk mencintai NKRI dan bersama-sama menjaga Pancasila sebagai dasar negara, ideologi nasional, serta pandangan hidup serta pemersatu bangsa Indonesia.

Delapan Napiter Lapas Khusus Gunung Sindur Ikrar Setia NKRI (Foto: Ist)

Pria murah senyum itu berharap, dengan pernyataan ikrar setia NKRI tersebut para napiter mampu menjadi anggota masyarakat yang lebih memiliki kesadaran terhadap hak dan kewajiban, baik sebagai individu maupun warga negara.

Kemudian, memiliki sikap dan tingkah laku sebagai insan hamba Tuhan yang mampu menggunakan cipta, rasa, dan karsa secara tepat, sehingga dapat bersikap adil, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

“Serta mampu menempatkan diri secara proporsional sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya serta mampu menempatkan hak dan kewajiban dalam hidup bersama,” kata Yulius.

Lebih lanjut, Yulius juga berpesan kepada para napiter untuk dapat memahami akan hak dan kewajibannya, serta patuh melaksanakan segala ketentuan perundang-undangan yang berlaku didasarkan atas kesadaran.

“Serta mampu menjadi warga negara yang baik dan membawa diri secara tepat dalam berhubungan dengan sesama maupun terhadap lembaga-lembaga kenegaraan dalam menciptakan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, dan bahagia,” pesannya.

Terakhir, Yulius mengapresiasi seluruh stakeholder yang telah mendukung keberhasilan pembinaan napiter di dalam Lapas seperti BNPT, Densus 88, Kemenag, BIN, pemerintah daerah, organisasi masyarakat serta instansi lainnya.

Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto (Foto: Ist)

Yulius menilai bahwa stakeholder memegang peran penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi dan reintegrasi napiter melalui pelaksanaan program deradikalisasi di Lapas.

“Sinergitas yang kuat antara Ditjenpas dan stakeholder perlu terus dipelihara untuk bersama-sama menghadapi tantangan dalam menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan di Indonesia,” pungkasnya.

Masih di tempat yang sama, Kalapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto dalam laporannya menyebut bahwa saat ini jumlah napiter yang ikrar setia NKRI sebanyak delapan orang.

Menurut Wahyu, pelaksanaan ikrar setia NKRI ini dilaksanakan sebagai indikator menurunnya tingkat risiko dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) tindak pidana terorisme.

Selain itu, bertujuan untuk semakin mengukuhkan komitmen bagi seluruh jajaran Pemasyarakatan khususnya jajaran Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dalam menangani WBP tindak pidana terorisme

“Guna mencapai tujuan pemasyarakatan serta meningkatkan kinerja agar dapat terus memberikan dampak positif kepada masyarakat termasuk warga binaan,” kata Wahyu.

Terakhir, Wahyu mengapresiasi seluruh pihak terkait yang telah bekerja keras sampai dapat terlaksananya ikrar setia NKRI di Lapas Khusus Gunung Sindur tersebut.

“Kami berharap apa yang dilakukan oleh Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur ini terus menjadi inspirasi bagi Lapas/Rutan lainnya yang melaksanakan pembinaan kepada WBP tindak pidana terorisme,” pungkasnya.

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan