28.1 C
Tangerang Selatan
Rabu, April 15, 2026
Beranda blog Halaman 998

IPW Minta Densus 88 dan BNPT Waspadai Aksi Terorisme

RADARTANGSEL – Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane meminta pihak kepolisian, terutama jajaran intelijen, Densus 88, dan BNPT perlu mewaspadai akan munculnya aksi terorisme di Indonesia.

Sebab, kata dia, dengan maraknya aksi kerumunan massa dan meluasnya gerakan intoleransi akhir-akhir ini telah membuat kalangan radikal dan jaringan terorisme seakan mendapat angin untuk beraksi, terutama saat menjelang akhir tahun.

Dari pendataan Ind Police Watch (IPW), simpatisan ormas yang sering melakukan kerumunan massa pernah ada yang terlibat dalam aksi terorisme.

Menurut Neta, di tahun 2017 jumlah mereka yang ditangkap Polri mencapai 37 orang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan lain-lain.

“Beberapa di antaranya sempat ditahan di Nusa Kambangan, Gunung Sindur Bogor dan LP lainnya. Namun kini mereka sudah bebas dan tidak terlacak keberadaannya,” ungkap Neta S Pane kepada media ini via Salular, Selasa (24/11).

Neta menilai, keterlibatan mereka dalam aksi terorisme mulai dari menyembunyikan buronan terorisme hingga melakukan aksi teror itu sendiri.

Di khawatirkan dengan meluasnya aksi aksi kerumunan massa dan gerakan intoleransi belakangan ini mereka kembali bermanuver dan melakukan aksi teror.

“Saat ini jumlah narapidana terorisme yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakat lebih dari 500 orang,” terang Neta.

Neta menjelaskan, Napi terorisme yang sudah bebas dan selesai menjalani hukuman dibina pemerintah melalui program deradikalisasi.

Namun, lanjut Neta, para mantan napi yang tidak terlacak keberadaannya memang perlu diwaspadai agar tidak bermanuver untuk melakukan aksi teror kembali.

Neta berharap Kabaintelkam Polri perlu bekerja ekstra keras mencermati hal ini agar jajaran kepolisian tidak kecolongan. Sebab, dalam kerumunan massa akhir-akhir ini Baintelkam Polri seperti kecolongan.

“Aksi-aksi kerumunan massa seperti terbiarkan dan tidak terantisipasi Baintelkam,” jelasa Neta.

Sehingga tidak hanya melanggar protokol kesehatan tapi aksi kerumunan massa itu sempat mengganggu jadwal penerbangan di Bandara Soetta dan kemacetan para di berbagai tempat.

“Menjelang akhir tahun ini Baintelkam Polri perlu memetakan situasi dan kondisi yang ada sehingga situasi Kamtibmas benar-benar terkendali,” pungkas Neta. (bd)

Jabatan Kabagren dan Kapolsek di Polres Metro Tangerang Kota, Dirotasi

RADARTANGSEL – Jabatan Kepala bagian perencanaan (Kabagren) serta jabatan beberapa Kapolsek di bawah jajaran Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya dirotasi dengan wajah-wajah baru.

Hal itu terungkap dalam kegiatan serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Sugeng Hariyanto di markas kepolisian yang ia pimpin, Selasa (24/11).

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim mengatakan, rotasi jabatan dalam tubuh Polri merupakan hal yang biasa. Menurut dia, hal itu bertujuan untuk membuat Polri semakin Promoter.

Pamen Polri dengan melati satu di pundaknya itu menjelaskan, pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan di antaranya, Kapolsek Neglasari dari Kompol R. Manurung diserah terimakan kepada Kompol Rosianajati.

“Untuk jabatan Kabagren dari Pembina Lewi Anna kepada Kompol Sumardilah,” ungkap Abdul Rochim, seusai menghadiri Sertijab.

Sedangkan untuk Kapolsek Pakuhaji, lanjut Abdul Rochim, dari AKP Edi Suprayitno diserahkan kepada AKP Dodi Abdul Rochim. Kapolsek Teluknaga dari AKP Dodi Abdul Rochim diserah terimakan kepada AKP Edi Suprayitno.

“Selamat bertugas kepada pejabat lama maupun pejabat baru, semoga senantiasa sukses dalam melayani, melindungi, mengayomi masyarakat,” ucap Abdul Rochim, menandaskan.

Hadir dalam kegiatan, Waka Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Yudhistira Midyahwan, para Kabag, Kasat, Kasi, Kasubbag, Kepala SPKT serta para Kapolsek jajaran Polres Metro Tangerang Kota. (bd)

Ketua MPR RI Ajak Pemuda dan Remaja Masjid Syiarkan Nilai-Nilai Kebangsaan

RADARTANGSEL – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo memaparkan, berdasarkan catatan Badan Intelijen Negara (BIN), remaja berusia 17-24 tahun merupakan kelompok usia yang menjadi target utama penyebaran paham radikalisme. Karena selain energik dan penuh semangat, pada rentang usia tersebut, mereka masih dalam proses pencarian jati diri, sehingga masih relatif mudah dipengaruhi.

“Survei CSIS mencatat ada sekitar 10 persen generasi milenial yang setuju mengganti Pancasila dengan ideologi yang lain. Survey lain yang dilakukan pada akhir Mei 2020 oleh Komunitas Pancasila Muda, tercatat 19,5 persen responden menganggap Pancasila hanya sekedar nama yang tidak dipahami maknanya. Memperlihatkan betapa generasi muda bangsa mulai bersikap antipati terhadap narasi wawasan kebangsaan,” ujar Bamsoet dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI), secara virtual dari Ruang Kerja Ketua MPR RI, Jakarta, Senin (23/11)

Turut hadir antara lain Ketua Umum BKPRMI, H. Saild Aldi Al Idrus dan Sekretaris Jenderal BKPRMI, Drs. H. Ahmad Rizqon, M.Pd.I.

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, atas dasar itulah MPR RI aktif menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika) ke berbagai kalangan masyarakat, termasuk kepada remaja masjid. Tujuannya untuk menebalkan nilai kebangsaan sehingga generasi bangsa tak tak terpapar radikalisme, ekstrimisme, maupun manipulator agama.

“Jumlah masjid dan mushola di Indonesia sekitar 800.000. Menggambarkan besarnya potensi yang bisa dimanfaatkan untuk memasyarakatkan nilai-nilai kebangsan melalui berbagai aktivitas kepemudaan yang diselenggarakan di lingkungan masjid. Fungsi masjid sebagai basis pembinaan akhlak dan moral umat, dapat disinergikan sebagai basis pembinaan wawasan kebangsaan, khususnya bagi generasi muda,” jelas Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menerangkan, saat ini bangsa Indonesia sedang menapakkan kaki menuju puncak bonus demografi. Dimana penduduk usia produktif (mayoritas generasi muda) akan menjadi bagian terbesar dari komposisi penduduk Indonesia. Di sinilah peran penting dan krusial hadirnya organisasi kepemudaan dalam membentuk generasi muda agar mendapatkan bekal wawasan kebangsaan yang memadai.

“Menguatkan nilai-nilai kebangsaan di kalangan remaja merupakan sebuah proses yang harus dilaksanakan secara bertahap, tidak serta merta atau instan. Karena itu diperlukan ketepatan metode dan kesinambungan proses, agar dapat mengakar kuat dalam setiap diri generasi muda,” terang Bamsoet.

Dewan Pakar KAHMI ini menekankan, membekali generasi muda dengan nilai-nilai ke-Indonesiaan mesti dilaksanakan dengan kesungguhan agar mengakar kuat dalam benak setiap anak bangsa, dan tidak mudah tergoyahkan oleh arus perubahan zaman. Dalam kaitan ini, generasi muda bukan sekedar objek, tetapi menjadi bagian tidak terpisahkan dari proses pembangunan wawasan kebangsaan.

“Dengan segala potensi diri yang penuh energi, dinamis, optimis, serta literasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memadai, generasi muda mesti berperan sebagai generator dan dinamisator dalam pembangunan jatidiri dan karakter bangsa,” tandas Bamsoet.

Calon Ketum IMI 2021-2024 ini meyakini, kemampuan menggerakkan roda pembangunan, dan ketahanan dalam mengatasi berbagai tantangan dan hambatan, hanya akan berhasil apabila ditopang dengan ketersediaan sumber daya manusia yang berkualitas. Yakni kompeten, kapabel, berkarakter kuat dan mempunyai mentalitas luhur.

“Dalam konteks peran generasi muda dan remaja, maka untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas tersebut, perlu dikedepankan konsep generasi muda sebagai agen perubahan yang berkarakter kuat. Selain, menjadi pribadi utuh yang memiliki ketajaman daya fikir, kedalaman spiritualitas, dan keluhuran mentalitas,” pungkas Bamsoet. (bd)

Bunuh Mantan Bosnya dengan Palu NJ Diringkus Polisi

RADARTANGSEL – Kasus pembunuhan terhadap korban bernama Kit Fo (42) di jalan kampung Bayur, Kelurahan Periuk, Kota Tangerang (tempat kejadian perkara) pada pekan lalu, berhasil diungkap Polisi. Dalam kasus itu, Polisi mengamankan seorang pria inisial NJ (23) yang diduga kuat sebagai pelaku.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim mengatakan, terungkapnya kejadian itu berawal pada Kamis (19/11) lalu pihaknya mendapat laporan dari warga telah menemukan seorang pria dalam kondisi berlumuran darah, tergeletak di tengah jalan (TKP).

“Kemudian unit Reskrim Polsek Jatiuwung mendatangi TKP dan benar bahwa ada seorang laki-laki tergeletak di tengah jalan dalam keadaan gelap, dengan kepala berlumuran darah dan telah meninggal dunia,” ungkap Abdul Rochim, Senin (23/11)

Perwira menengah Polri dengan melati satu di pundaknya itu menjelaskan, dari hasil olah tempat kejadian perkara korban mengalami luka di kepala bagian belakang diduga (menjadi) korban pembunuhan.

Setelah dilakukan penyelidikan dan berdasarkan keterangan saksi, kata Abdul Rochim, kemudian pihaknya melakukan pengejaran terhadap pelaku ke daerah Kota Bumi, Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Kemudian, lanjut Rochim, unit Reskrim melihat seseorang sedang mengendarai motor dalam keadaan panik, setelah diberhentikan ternyata sepeda motornya penuh dengan lumuran darah, selanjutnya dilakukan penangkapan.

“Dari hasil keterangan pelaku, pelaku sudah kenal lama dan kesal dengan korban, karena korban telah menghilangkan motor milik pelaku pada tahun 2017 lalu dan korban tidak mau mengganti motor milik pelaku,” beber Abdul Rochim.

Sementara, Kapolsek Jatiuwung, Kompol Aditya Sembiring menambahkan, pelaku menjalankan aksi sadisnya itu berawal pada Kamis (19/11) bekisar pukul 19.00 WIB berangkat menggunakan sepeda motor miliknya dengan membawa tas selempang berisi Palu menuju toko korban di daerah pasar Kota Bumi, Tangerang.

Setelah sampai, kata Aditya, pelaku memarkirkan sepeda motornya tidak jauh dari toko milik korban. Setelah ketemu korban, lanjut Aditya, kemudian tersangka NJ meminta tolong diantar oleh korban ke daerah Rawa Berem, Kelurahan Periuk, dengan alasan hendak menemui saudaranya.

Selanjutnya, urai Aditya, pelaku dibonceng oleh korban dengan menggunakan sepeda motor milik korban. Pada saat di TKP, situasi di jalan gelap pelaku langsung mengeluarkan Palu dari dalam tas selempang miliknya dan langsung dipukulkan ke kepala belakang korban beberapa kali.

“Sehingga korban terjatuh. Selanjutnya pelaku membawa sepeda motor korban dan pada saat perjalanan melarikan diri, Palu yang digunakan untuk memukul korban dibuang oleh pelaku ke sungai irigasi Sipon, desa Kedaung, Sepatan Timur, Tangerang,” terang Aditya.

Mantan Kabag Ops Polresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) itu kembali mengungkapkan, tersangka dan korban sudah saling kenal sejak 2007 lalu. Selain itu, beber Aditya, tersangka merupakan mantan karyawan korban dan telah merencanakan untuk membunuh korban sejak 3 minggu.

“Sebelum kejadian, (tersangka) telah survai lokasi (Tkp) dan menyiapkan Palu. Tersangka di persangkakan Pasal 340 KUHP dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 20 tahun dan atau 15 tahun penjara,” pungkasnya. (bd)

Ratusan Spanduk dan Baliho Tak Berizin di Tangerang Dibongkar

RADARTANGSEL – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tangerang melakukan penertiban spanduk dan baliho di berbagai titik di Kabupaten Tangerang, Banten, (Minggu 22/11) kemarin.

Kasatpol PP Kabupaten Tangerang, Bambang Mardi mengatakan, penertiban tersebut dilakukan untuk menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tangerang No 17 tahun 2007.

“Tentang Penyelenggaraan Reklame dan Perda 20 tahun 2004 tentang ketentraman dan ketertiban umum,” ungkap Bambang.

“Bukan hanya spanduk dan baliho Habib Rizieq Shihab saja yang kita tertibkan, tapi semua reklame yang tidak sesuai aturan,” ujar Bambang, menambahkan.

Bambang menambahkan, selama tiga hari penertiban yang melibatkan unsur TNI dan Polri, pihaknya mengamankan ratusan spanduk dan baliho yang tidak memiliki izin.

“Ada ratusan baliho dan spanduk yang kita amankan di 29 Kecamatan se-Kabupaten Tangerang. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak reklame,” terangnya.

Sementara Kapolresta Tangerang, Polda Banten, Kombes Ade Ary Syam mengaku, dalam penurunan baliho tersebut pihaknya menurunkan puluhan personel untuk melakukan pengamanan.

“Satpol PP bersurat kepada kita untuk minta pengawalan terkait penurunan baliho dan spanduk di Kabupaten Tangerang, dan kita mengerahkan 30 personel Polri dibantu dari TNI juga,” tukasnya. (bd)

Gelapkan 36 Sepeda Motor, MS Dibekuk Polsek Neglasari

RADARTANGSEL – Aparat penegak hukum dari Polsek Neglasari Polres Metro Tangerang Kota berhasil membongkar praktik penggelapan dan penipuan puluhan sepeda motor berbagai merk dengan melibatkan pelaku seorang laki-laki inisial MS (27).

MS yang diketahui berasal dari kelurahan Karangsari, Neglasari itu hanya mampu tertunduk lesu tak berdaya ketika digelandang petugas kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya di mata hukum.

Hal itu terungkap dalam sebuah konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Neglasari, Kompol R. Manurung didampingi Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim di halaman Mapolsek Neglasari, Kota Tangerang, Senin (23/11/2020).

“Modus pelaku dalam beraksi membujuk rayu dengan dalih menyewa sepeda motor milik korban yang kemudian sepeda motor milik korban dititip (digadaikan) kepada orang lain,” ungkap Manurung.

Pamen Polri asal Sumatera Utara itu menambahkan, dalam kasus yang melibatkan pelaku MS dengan korban bernama Topik (50) warga kelurahan Karangsari tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 36 sepeda motor berbagai merk.

“Kejadian terjadi pada Kamis (5/11) dengan tempat kejadian perkara (tkp) di komplek Serbaguna Sitana, Kelurahan Karangsari,” terang Manurung turut didampingi Wakapolsek, AKP Mulyono, Kanit Sabhara AKP Eko Hanindito, Kanit Reskrim, Iptu Kurniawan dan Iptu Hadi Subroto.

“Tersangka MS dijerat dengan Pasal 378 Jo Pasal 372 KUHP (Pidana) tentang penipuan dan atau penggelapan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” ujar orang nomor satu di jajaran Polsek Neglasari itu, menegaskan.

Sementara, Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, Kompol Abdul Rochim menambahkan, kejadian naas yang menimpa korban (Topik) itu berawal (27/8) pelaku (MS) mendatangi korban dan berkata akan menyewa 1 unit sepeda dengan uang sewa 25 ribu rupiah perhari.

Merasa akan dapat uang sewa, kata Abdul Rochim, maka korban atau pelapor menyerahkan 1 unit sepeda motot Honda Blade Repsol. Menurut Abdul Rochim, ada awalnya uang sewa lancar, namun pada Kamis (5/11) pelaku datang ke rumah korban dan bilang tidak bisa membayar uang sewa.

Saat Pelapor mendesak kepada tersangka untuk mengembalikan sepeda motornya, lanjut Rochim, kemudian tersangka mengaku bahwa sepeda motor telah dititip atau digadaikan kepada orang lain dan pelapor merasa keberatan dan melaporkannya ke Polsek Neglasari.

“Atas Laporan tersebut, anggota Polsek Neglasari berhasil mengamankan MS. Dari hasil pengembangan, berhasil mengamankan 36 unit sepeda motor hasil dari penipuan yang dilakukan Ms dan mengamankan Bb ke Polsek Neglasari,” pungkasnya. (bd)

IPW Desak TNI Bersihkan Baliho Rizieq di Seluruh Indonesia

RADARTANGSEL – Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane menyatakan, jajaran TNI diharapkan melanjutkan operasi pembersihan baliho Rizieq di seluruh wilayah Indonesia. Jangan kasih kendor dan TNI harus menghabisi gerakan-gerakan intoleransi atas nama agama hingga ke akar-akarnya.

Ind Police Watch (IPW) melihat ada dua alasan strategis kebangsaan, kenapa TNI harus bergerak membersihkan semua baliho Rizieq di seluruh wilayah Indonesia. Pertama, saat masih berada di Arab Saudi, Rizieq mengajak secara provokatif akan memimpin revolusi seperti di Iran, begitu tiba di Indonesia. Kedua, Rizieq juga mengajak “pemenggalan kepala”.

“Dua pernyataannya yang sangat profokatif itu sangat rawan menjadi benturan dan memecah belah bangsa Indonesia sbg NKRI. Ucapan Rizieq itu seakan membuat kelompok intoleran merasa di atas angin dan merasa tak tersentuh oleh hukum di negeri ini,” ungkap Neta.

Menurut Neta, Rizieq dan pengikutnya sudah semau gue terhadap bangsa ini, dengan cara memasang baliho dimana-mana tanpa ijin. Bahkan polisi dan satpol PP tidak berani menindaknya. Sangat ironis, kata Neta, seorang Soekarno yang memerdekakan bangsa ini saja tidak searogan Rizieq, dengan menebar baliho tanpa ijin dimana-mana, di seluruh negeri.

Ketika tak seorang pun aparatur pemerintah berani bersikap untuk mencabuti baliho itu, lanjut Neta, tentu sangat wajar TNI bergerak mencabuti baliho tersebut. Sebab negeri ini bukan hanya milik Rizieq semata tapi milik segenap rakyat.

“Jadi jangan biarkan Rizieq semena-mena terhadap bangsa ini, karena dia bukan siapa-siapa dan bukan pendiri negeri ini,” tegas Neta, melalui keterangan tertulisnya kepada Radartangsel.com via Salular, Minggu (22/11).

Neta menilai, tugas TNI di bidang pertahanan saat ini sudah sesuai tugas dan fungsinya, yang tentu bisa saja melakukan pengendalian di wilayah sipil, apalagi jika aparatur sipil, seperti satpol PP dan polri tidak bergerak mengendalikan situasi.

Menurut Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, kata Neta, di luar operasi perang yang disebut OMSP (operasi militer selain perang), TNI bisa bergerak mengendalikan situasi demi keutuhan NKRI.

Apalagi, lanjut Neta, keberadaan spanduk atau baliho Rizieq itu tidak hanya melanggar peraturan daerah (perda) karena tidak memiliki izin pemasangan, tapi juga dibarengi sikap sikapnya yang provokatif mengancam keutuhan NKRI.

“Sikap Rizieq dan baliho yang terpasang itu bisa menimbulkan perpecahan masyarakat Indonesia, sehingga wajar ditertibkan TNI,” ujar Neta S Pane.

IPW kembali menilai, apa yang diperintahkan Pangdam Jaya itu merupakan kerangka penegakan hukum, terutama di saat aparatur hukum tidak bergerak mengendalikannya. IPW melihat, sudah lebih dari setahun baliho-baliho ilegal itu bebas berdiri tanpa ada yg berani menyentuhnya.

“Satpol PP dan Polri hanya membiarkannya. Jadi apa yang dilakukan TNI itu harus dilihat sebagai upaya bahwa negara tidak boleh kalah oleh siapa pun yang melanggar hukum, terutama Rizieq dan FPI nya,” terang Neta.

Neta menjelaskan, Indonesia adalah negara hukum, semua pihak harus taat kepada hukum. Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan paling benar sendiri dan semau gue di negeri ini. Padahal, sambung Neta, tujuannya untuk memprovokasi dan memecahbelah NKRI.

Sebab itu IPW mendesak TNI agar terus melakukan operasi untuk menurunkan semua baliho Rizieq di seluruh wilayah Indonesia. Apalagi baliho yang mengajak revolusi dan “memenggal kepala”, TNI harus menangkap pemasangnya dan menyerahkannya kepada polri.

IPW mengingatkan Rizieq dan FPI, jika memang ingin berkuasa di negeri ini. FPI hendaknya dijadikan partai dan ikut Pemilu 2024. Jika menang dalam pemilu dan pilpres 2024, Rizieq tentunya bisa menjadi presiden.

“Jadi tidak perlu memprovokasi dan memecahbelah umat dan NKRI untuk meraih kekuasaan,” pungkas Neta S Pane. (bd)

Polri: Hasil Swab Lurah Petamburan Positif Covid-19

RADARTANGSEL – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa Lurah Petamburan Setyanto dinyatakan positif terpapar Covid-19. Hal ini dipastikan setelah menjalani test swab PCR di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Argo menjelaskan, pada Selasa, 17 November kemarin, Lurah Petamburan Setyanto hendak dimintai keterangan terkait acara Maulid Nabi dan pernikahan putri Rizieq Shihab di Petamburan.

Namun dibatalkan lantaran, yang bersangkutan terindikasi positif virus corona.

“Jadi di Dokkes untuk dilakukan SWAB PCR, di RS Kramat Jati. Kami sudah dapatkan hasil, bahwa hasil SWAB PCR di RS Kramat Jati hari Rabu 18 November saudara Setyanto Lurah Petamburan ini positif Covid-19,” kata Argo dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2020).

Setelah dilaksanakan tes swab PCR sesuai dengan SOP penanganan suspect COVID-19 tanpa gejala, maka yang bersangkutan diserahkan ke Faskes terdekat tempat tinggalnya yaitu Puskesmas Petamburan.

“Saat ini yang bersangkutan kami serahkan ke faskes di Puskesmas Petamburan,” ucap Argo. (bd)

escort bayan sakarya EskiÅŸehir escort bayan