30 C
Tangerang Selatan
Minggu, Juni 16, 2024

Banjir di Kudus Telan Korban Jiwa, Tujuh Warga Dilaporkan Tewas

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelan korban jiwa.

Akibat bencana alam yang melanda Kudus tersebut, sebanyak tujuh warga dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, tujuh korban tersebut berhasil ditemukan oleh tim gabungan.

Abdul Muhari menjelaskan bahwa tujuh korban tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada waktu dan lokasi yang berbeda-beda.

Menurut dia, sebanyak lima korban ditemukan meninggal dunia terdampar di areal sungai dan persawahan masing-masing dan tanggul sungai.

Selanjutnya satu korban meninggal dunia diduga akibat tersetrum aliran listrik ditemukan petugas gabungan tergeletak di genangan banjir.

“Hari ini kembali ditemukan satu korban lagi di areal persawahan Dukuh Goleng, sehingga total ada tujuh korban meninggal,” kata Muhari dalam keterangannya, Selasa (29/3).

Berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya, para korban tersebut sempat dilaporkan hilang tenggelam setelah terbawa arus banjir yang melanda Kudus sejak Kamis (13/3).

Namun, ia belum dapat memastikan identitas ketujuh korban meninggal dunia tersebut karena tim petugas gabungan di lapangan saat ini masih harus bertugas mengevakuasi warga.

Berdasarkan data dari Tim Pusdalops BPBD Kudus, bencana banjir ini telah menggenangi sebanyak 6.523 unit rumah warga, dan 2.295 hektare sawah petani hingga terancam gagal panen.

Sementara itu, dari 39.272 warga Kudus yang terdampak banjir, ada sebanyak 4.188 orang yang terpaksa harus dievakuasi ke posko pengungsian karena tempat tinggal nya tergenang banjir cukup parah.

Daerah yang terdampak banjir cukup parah masing-masing menyasar lima kecamatan; Mejobo, Jati, Undanaan, Jekuloko dan Kaliwungi dengan ketinggian muka air mencapai 1,5 meter.

Selain hujan deras yang masih mengguyur Kudus dan sekitarnya, kondisi ini juga diperparah akibat jebol nya tanggul pembatas aliran sungai, salah satunya Sungai Wulan.

Sebanyak 25 posko pengungsian telah disiagakan untuk menampung para pengungsi, yang di antaranya berlokasi di Balai Desa Gulang.

Kemudian Balai Desa Payaman, Balai Desa Jati Wetan, Balai Desa Kedungdowo, TPQ Khuriyatul Fikri Paslor, GKMI Tanjungkarang, Gedung DPRD, Gedung JHK Kudus, dan Pasar Saerah.

Muhari memastikan, posko atau tempat pengungsian itu sekaligus difungsikan untuk memenuhi kebutuhan makanan, air bersih, dan kesehatan para korban banjir.

“Yang didistribusikan oleh BNPB, BPBD dan bersama dengan Dinas Sosial dan instansi terkait lainnya di daerah setempat,” pungkas Abdul Muhari.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan