28.6 C
Tangerang Selatan
Minggu, Mei 17, 2026

Kenaikan Harga Pertalite Bikin Pengeluaran Pekerja Lapangan akan Ikut Meningkat

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Kabar kenaikan Bahan Bakar Mesin (BBM) semakin meluas hingga ke sejumlah daerah di Provinsi Lampung.

Salah satunya, kenaikan BBM Pertalite yang menjadi sorotan para pekerja lapangan di Bandar Lampung, seperti, ojek online, pedagang, jurnalis, dan lain-lain.

Harga Pertalite diwacanakan akan menginjak Rp 10 ribu per liternya mulai 1 September 2022.

Pengemudi ojek online, Deni (21), menanggapi wacana kenaikan tersebut. Menurutnya, kenaikan Pertalite bakal berdampak besar untuk pengeluarannya.

“Ngaruh lah, mba, kalo isi satu tangki bisa cuma sekitar Rp 26 ribu. Tapi kalo pas naik bisa sampe Rp 35 ribu,” katanya pada Selasa (31/8).

Apa lagi, untuk pekerja ojek online dalam sehari atau dua hari bisa menghabiskan satu tangki sesuai ramainya orderan.

Senada dengan ojek online, pekerja lapangan seperti jurnalis juga mendapatkan dampak serupa.

“Buat kami yang pekerja lapangan ya ngaruh banget si,” kata Wulan (24), salah satu jurnalis perempuan di Bandar Lampung.

Apa lagi, kadang harus berpindah-pindah tempat liputan dari satu tempat ke tempat lain yang lokasinya tak dekat.

“Kalo kita kan kadang lagi liputan sekitar Tanjung Karang Pusat, tiba-tiba mau doorstop Direktur di Polda Lampung yang samping Itera itu,” terangnya.

“Belum lagi, kalo setelah itu ada jadwal sidang di PN Tanjung Karang di Teluk, muter-muter lagi kami, mba,” kata Wulan.

Disinggung soal pengeluaran BBM, Wulan mengungkapkan bakal berdampak pada pengeluarannya.
“Kalo isi full tank bisa untuk 3 harian, itu normalnya ya mba, habisnya sekitar Rp 25-27 ribu karena per liter Pertalite kan Rp 7.650. Tapi, kalau per liter naik jadi Rp 10 ribu, pengeluaran untuk BBM ya ikut naik ya,” ungkapnya.

Kemudian, di wilayah Kabupaten Pringsewu, pihak Polres Pringsewu melaksanakan patroli dan monitoring distribusi bahan bakar minyak (BBM) disejumlah SPBU, Rabu (31/8).

Hal ini dilakukan untuk mengimbau masyarakat agar tidak panic buying karena isu kenaikan BBM tersebut.

Kapolres Pringsewu, AKBP Rio Cahyowidi melalui Kabag Ops Kompol Hi Kisron mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan di sejumlah SPBU yang ada di wilayahnya.

“Kita telah terjunkan personel untuk melakukan pemantauan di 8 SPBU yang ada di wilayah kabupaten Pringsewu,” ujar Kompol Kisron saat dikonfirmasi.

Menyikapi wacana kenaikan harga BBM, Kompol Kisron meminta masyarakat untuk tidak merespons secara berlebihan hingga panic buying.

Kisron juga meminta masyarakat tenang dan tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

“Imbauan ke masyarakat tetap tenang, jangan panik, dan juga jangan memanfaatkan kesempatan, tetap konsumsi normal. Artinya, tidak perlu takut,” pungkasnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya EskiÅŸehir escort bayan