RADARTANGSEL – Sebanyak lima kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten dilaporkan mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizky Pratama mengatakan, daerah yang mengalami krisis air tersebut yakni Desa Gunungbatu di Kecamatan Cilograng.
Kemudian, Desa Cempa di Kecamatan Warunggunung serta Desa Situregen di Kecamatan Panggarangan.
Selanjutnya, Desa Prabugantungan di Kecamatan Cileles, kemudian Desa Sangkanmanik di Kecamatan Cimarga.
Menurut Febby, warga yang mengalami krisis air bersih itu dipastikan ribuan Kepala Keluarga (KK).
“Sebab untuk Desa Gunungbatu di Kecamatan Cilograng sudah mencapai 1.042 KK,” kata Febby di Lebak, Selasa (27/8).
Febby menjelaskan, selama ini BPBD Lebak sudah mendistribusikan air ke masyarakat di Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga.
Sementara untuk empat kecamatan lainnya belum dilakukan penanganan pendistribusian pasokan air bersih lantaran adanya kerusakan kendaraan tangki.
“Secepatnya tiga unit kendaraan tangki sudah bisa dioperasikan untuk penanganan pendistribusian air bersih ke empat kecamatan itu,” terangnya.
Febby memprediksi, kemungkinan besar krisis air bersih di kabupaten meluas sehubungan dengan musim kemarau panjang atau El Nino.
BPBD Lebak memetakan pada 2024 jumlah daerah yang dilanda krisis air \dan kekeringan sebanyak 70 desa tersebar di 20 kecamatan.
“Kami minta warga yang mengalami krisis air bersih segera melaporkan ke BPBD Lebak untuk mendapatkan pasokan air bersih,” tandas Febby.
