27.9 C
Tangerang Selatan
Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_img

Sandra Dewi Penuhi Panggilan Kejaksaan Agung, Ini Penjelasannya 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Sandra Dewi yang merupakan isteri tersangka Harvey Moeis memenuhi panggilan Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (4/4)

Kehadiran Sandra Dewi itu untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi tata niaga timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk yang menyeret suaminya, Harvey Moeis.

Usai diperiksa selama lima jam oleh penyidik Kejaksaan Agung, Sandra Dewi meminta wartawan tidak membuat berita hoaks atau tidak benar.

“Doain ya, doain ya. Jangan bikin berita-berita yang tidak benar. Tolong lihat data yang bener,” kata Sandra Dewi saat keluar dari gedung Kejaksaan Agung RI seraya menuju ke mobil yang menunggunya, Kamis (4/4).

Sementara, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Kuntadi mengatakan, pihaknya memeriksa Sandra Dewi untuk mengetahui aliran uang hasil korupsi yang dilakukan suaminya, Harvey Moeis.

“Dalam rangka untuk memilah mana yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang diduga dilakukan saudara HM, mana yang tidak terkait,” kata Kuntadi di Gedung Kejagung, Kamis (4/4).

Kuntadi menjelaskan, Sandra Dewi dianggap sebagai salah satu saksi yang mengetahui aliran uang panas yang dihasilkan oleh Harvey Moeis.

Menurut Kuntadi, keterangan dari Sandra Dewi sangat diperlukan untuk memetakan aset dan rekening mana saja yang dapat disita kejaksaan sebagai barang bukti.

“Diharapkan kita tidak lakukan tindakan yang salah dalam penyitaan, jadi ada memilah dan memilih saja,” terang Kuntadi.

Sebelumnya, penyidik Jampidsus melakukan penggeledahan di rumah Harvey Moeis dan Sandra Dewi pada Senin (1/4).

Penyidik menyita dua unit mobil mewah, yakni satu unit mobil Rolls Royce warna hitam, dan mobil Mini Cooper S Countryman F60 warna merah dengan nomor polisi tertulis B 883 SDW.

Selain itu, Tim Penyidik juga menemukan sejumlah barang, namun saat ini masih dilakukan verifikasi keasliannya oleh ahli sehingga belum dapat dikenakan tindakan penyitaan.

Diketahui, dalam kasus itu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka.

16 tersangka itu masing-masing inisial SW alias AW dan MBG, keduanya selaku pengusaha tambang di Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Berikutnya, tersangka HT alias ASN selaku Direktur Utama CV VIP (perusahaan milik Tersangka TN alias AN), MRPT alias RZ selaku Direktur Utama PT Timah Tbk tahun 2016-2021.

Kemudian, EE alias EML selaku Direktur Keuangan PT Timah Tbk tahun 2017-2018. BY selaku Mantan Komisaris CV VIP, RI selaku Direktur Utama PT SBS, TN selaku beneficial ownership CV VIP dan PT MCN.

Selanjutnya, AA selaku Manajer Operasional tambang CV VIP, RL selaku General Manager PT TIN, SP selaku Direktur Utama PT RBT, RA selaku Direktur Pengembangan Usaha PT RBT.

Berikutnya, ALW selaku Direktur Operasional tahun 2017, 2018, 2021 dan Direktur Pengembangan Usaha tahun 2019 sampai dengan 2020 PT Timah Tbk.

Selanjutnya, dua tersangka yang menarik perhatian publik yakni crazy rick PIK HL selaku manager PT QSE dan Harvey Moeis, selaku perpanjangan tangan PT RBT.

Pada kasus tersebut, penyidik Kejaksaan Agung juga menetapkan satu tersangka terkait perintangan penyidikan berinisial TT.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan