33.4 C
Tangerang Selatan
Sabtu, Juli 11, 2026

Kata Kang Ujang, AHY Berpeluang untuk Maju sebagai Cawapres di Pemilu 2024

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin berpendapat, peluang Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pemilu 2024 cukup berat.

Dosen tetap UAI kelahiran Subang, Jawa Barat itu menilai, dalam konteks elektabilitas AHY belum mumpuni untuk maju sebagai capres, pasalnya belum masuk tiga besar seperti Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.

“Saya melihatnya agak berat jika menjadi Capres, karena kan yang selalu muncul elektabilitas dari Capres-capres tiga besar itu kan ada di Anies, Ganjar, Prabowo. Tetapi kalau posisi lain memungkinkan,” ungkap Ujang kepada Radarnasional, Jumat (12/8).

Menurut alumnus Universitas Indonesia (UI) itu, kans (peluang) sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi AHY cukup besar. Namun demikian, hal itu tergantung dengan koalisi yang akan dibangun nantinya oleh Partai Demokrat.

“Kalau untuk cawapres kansnya besar. Misalkan koalisinya dengan NasDem atau PKS maka bisa jadi cawapres. Misalkan capresnya Anies, cawapresnya AHY itu bisa. Jadi yang realistis adalah di posisi cawapres bagi AHY,” beber pria yang akrab disapa kang Ujang tersebut.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Foto: Istimewa

Akademisi muda itu mengutarakan, hal yang paling penting untuk bisa maju sebagai capres atau cawapres AHY harus aktif menjalin komunikasi dengan elit politik, turun ke masyarakat serta meningkatkan elektabilitas.

Terkait usia AHY yang baru 44 tahun, pria yang khas berkacamata bening itu menilai bahwa hal tersebut tidak masalah, terpilih atau tidaknya merupakan hak rakyat untuk menentukan. Menurutnya, waktu dan sejarah yang akan membuktikan.

“Matang itu soal kedewasaan, jadi ketua umum Partai Demokrat di usia muda itu kan dianggap matang, karena bisa memimpin partai,” ungkap pria yang menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) Ilmu Politik di Universitas Indonesia tersebut.

Terakhir, merespons soal munculnya fenomena koalisi partai, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) itu mengungkapkan bahwa Partai Demokrat perlu membangun koalisi atau membentuk poros baru.

“KIB sudah ada, misalkan Gerindra dengan PKB jadi koalisi, PDIP sendiri. Koalisi sisanya itu kan tinggal NasDem, Demokrat, PKS. Itu harus dibangun koalisinya antara tiga partai itu, agar nanti AHY bisa menjadi cawapres,” pungkasnya.

Loyalis AHY dari Sudut Tangerang Selatan Bersuara

Salah satu loyalis AHY yakni Dedy Dwi Yuliantyo dari Kota Tangerang Selatan angkat bicara serta bersuara lantang terkait wacana capres bagi idolanya (AHY) di kancah perpolitikan 2024 nanti.

Pria yang akrab disapa Dedy itu menyebut, potensi AHY untuk menjadi capres sudah sangat cukup. Menurut dia, dari sisi pendidikan AHY selalu menjadi yang terbaik.

Sedangkan dari sisi leadership, Alumni PPRA LXII Lemhannas RI Tahun 2021 itu menjelaskan bahwa AHY telah terbukti dalam karier kemiliteran yakni pernah memimpin pasukan dan bataliyon.

“Sedangkan dari sisi politik, saat ini Ketum AHY sebagai pemimpin yang membawahi 34 DPD dan 514 DPC serta ribuan PAC, Ranting dan anak Ranting,” ujar Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL) PPRA Tahun 2021 tersebut.

Sementara secara popularitas, pria yang memiliki Law Firm di Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan itu membeberkan bahwa selain Ketum Partai Demokrat AHY tersebut ganteng, cerdas dan juga milenial.

“Jika bicara elektabilitas, kan ini bicara proses dan terus disiapkan oleh mesin partai dengan kerja nyata,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai Pengacara, Dosen, Kurator dan Konsultan Pajak itu, berapi-api.

Ketua Kajian Hukum dan Perundang-undangan DPP IKADIN periode 2022-2027 Dedy Dwi Yuliantyo (Foto: RADARTANGSEL)

Terkait koalisi, Ketua Kajian Hukum dan Perundangan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Advokat Indonesia (DPP IKADIN) itu menguraikan bahwa politik bersifat dinamis, mengalir dan pada akhirnya akan mengkristalisasi dengan siapa berkoalisi.

“Itulah kenapa Partai Demokrat sampai saat ini belum menentukan koalisi partai,” ujar pria yang diketahui juga menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan HAM Departemen III DPP Partai Demokrat tersebut.

“Sedangkan soal komunikasi politik, Ketum mas AHY telah melakukan komunikasi dan silaturahmi 360 derajat yaa mas,” imbuh pria yang khas dengan senyum simpul namun berwibawa itu kepada Wartawan Media ini saat ditemui di Tangerang Selatan.

Sekadar informasi, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merupakan putra sulung dari pasangan mantan Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Almarhumah Kristiani Herawati (Ani Yudhoyono).

Agus Harimurti Yudhoyono lahir pada 10 Agustus 1978 di Bandung, Jawa Barat. Ia lahir di tengah keluarga dengan latar belakang pengabdian militer.

Ayahnya yang populer dengan nama SBY, adalah putra dari R. Soekotjo, seorang prajurit. Ibunda tercinta AHY, populer dengan nama Ani Yudhoyono, adalah putri dari Sarwo Edhi Wibowo, tokoh militer Indonesia.

AHY memiliki satu adik laki-laki, Edhie Baskoro Yudhoyono yang akrab disapa publik dengan sapaan Ibas Yudhoyono. Ibas lahir pada tahun 1980.

Tahun 2005, AHY menikah dengan Annisa Larasati Pohan yang merupakan anak dari mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Aulia Pohan. Dari pernikahan tersebut, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Saat ini, AHY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat yang sebelumnya menjadi salah satu kader partai Demokrat dan menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat.

AHY terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat Periode 2020–2025 secara aklamasi dalam Kongres Ke V Partai Demokrat pada tanggal 15 Maret 2020 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya EskiÅŸehir escort bayan