Ilustrasi maling. Foto: Net

RADARTANGSEL – Dua tahun menjadi buronan petugas, dua remaja inisial BH (18) dan SI (19) ditangkap pihak Polsek Mauk Polresta Tangerang. Keduanya ditangkap lantaran terlibat dalam kasus pencurian uang di tempatnya bekerja.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, para pelaku melakukan pencurian uang hasil penjualan telur di peternakan Kemiri Jaya Farm, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang pada Minggu (16/6/19) lalu.

“Penangkapan terhadap dua orang tersangka BH dan SI pada Jumat (12/5),” ungkap Zain, dalam keterangannya, Minggu (15/5).

Zain menjelaskan, peristiwa pencurian tersebut berawal ketika salah satu karyawan Kemiri Jaya Farm inisial MS, meninggalkan uang hasil penjualan telur sekitar Rp. 87,3 juta sekaligus pamit pulang kepada mandor inisial FDT.

BACA JUGA :   Empat Sepeda Motor Modifikasi Diamankan Polantas Lebak

Selanjutnya, pada Senin 17 Juni 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, FDT menelpon MS menanyakan apakah kantor sudah dikunci dan meminta MS kembali ke kantor untuk mengecek pintu tersebut.

Sesampainya di kantor, lanjut Zain, MS tak lagi menemukan uang yang telah disimpannya. Atas kejadian tersebut, Kemiri Jaya Farm melaporkan ke Polsek Mauk pada 18 Juni 2019.

“Mendapatkan laporan, penyidik melakukan proses penyelidikan dan mencurigai dua orang. Akan tetapi, kedua pelaku telah menghilang hingga dua tahun,” beber Zain.

Menurut Zain, tertangkapnya para pelaku berawal ketika pihaknya mendapatkan informasi bahwa salah satu pelaku sedang berada di wilayah Kemiri, berlanjut dengan melakukan penangkapan dan pemeriksaan.

BACA JUGA :   Tim Tabur Jebloskan Buronan ke Rutan Dumai, Kasusnya Bikin Geleng-geleng Kepala!

“Dari hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti serta keterangan dari tersangka, benar keduanya adalah pelaku yang melakukan pencurian dengan pemberatan di Kemiri Jaya Farm,” terang Zain.

Atas perbuatannya, para pelaku dipersangkaan Pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Terakhir, Zain menegaskan bahwa penangkapan ini merupakan komitmen pihaknya dalam menuntaskan Laporan Polisi yang dilaporkan oleh masyarakat, sehingga mendapat kepastian hukum.

“Penyidik akan tetap memburu para penjahat yang telah meresahkan dan merugikan masyarakat,” pungkas Zain. (BD)

Artikulli paraprakShin Tae-yong Puji Performa Timnas U-23
Artikulli tjetërHeboh Kasus Penculikan 12 Anak, Begini Reaksi Keras Kemen PPPA!