RADARTANGSEL – Satu pejabat utama dan beberapa Kapolres di Polda Banten mengalami pergantian (mutasi). Pergantian para perwira menengah ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST 747 dan ST 748 tanggal 14 April 2022.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan, penjabat yang dimutasi yakni Dansat Brimob Polda Banten, Kombes Pol (KBP) Dwi Yanto Nugroho yang saat ini mengikuti pendidikan Sesko TNI Angkatan ke-49.
Selanjutnya, kata Shinto, posisi Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Dwi Yanto Nugroho ganti oleh Kombes Pol Dede Rojudin, yang sebelumnya menjabat sebagai Dansat KBR Pasgegana Korbrimob Polri.
“Dalam hal ini, mutasi personel merupakan bagian dari penyegaran organisasi,” terang Shinto Silitonga dalam keterangan tertulisnya yang diterima radartangsel.com, pada Jumat (15/4).
Sedangkan Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mendapat jabatan baru sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota. Posisi Zain, akan diganti oleh Kombes Pol Raden Romdhon yang sebelumnya menjabat sebagai Dirlantas Polda Lampung.
“Raden Romdhon sendiri bukanlah wajah baru di Polda Banten, karena sebelumnya juga ia pernah menjabat sebagai Kapolres Cilegon pada 2016 hingga 2018,” kata Shinto Silitonga.
Shinto mengungkapkan, Kapolresta Serang Kota, AKBP Maruli Hutapea juga berganti ke Kombes Pol Nugroho Arianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kasiagaops Rodalops Sops Polri.
Pengangkatan Nugroho Arianto sebagai Kapolresta Serang Kota ini merupakan realisasi dari peningkatan status Polres yang sebelumnya tipe C menjadi B, sehingga Kapolresta dijabat oleh seorang perwira menengah berpangkat Kombes Pol.
“Sedangkan untuk AKBP Maruli Hutapea, akan menjalani pengabdian baru di Mabes Polri,” terang Shinto Silitonga.
Terakhir, Shinto menyatakan bahwa Kapolda Banten mengapresiasi kinerja para perwira menengah (pamen) yang ikut dalam mutasi ini. Menurutnya, para pamen tersebut memiliki performancenya yang luar biasa.
“Terutama dalam menjalankan program vaksinasi, pemeliharaan kamtibmas dan juga pelayanan masyarakat saat bencana di Kota Serang lalu,” tutup Shinto Silitonga. (BD)
