RADARTANGSEL- Ketua Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Tangerang, Sangki Wahyudin menyesalkan pernyataan Kades Wanakerta, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Tumpang Sugian yang tersebar di sejumlah grup whatsapp.
Menurut Sangki, pernyataan Kepala Desa (Kades) yang biasa disapa dengan sebutan LTS (Lurah Tumpang Sugian) tersebut menyatakan.
“Wartawan LSM lewat, mau lima puluh ribu dikasih amplop silahkan.Tidak mau akan saya tunjukan ketika saya lagi dididik di Pusdikit, Cimahi Bandung. ya jangan macam macam LSM Wartawan ke LTS ya”.
Redaktur salah satu media cetak ternama di Banten itu menilai, hal itu dianggap telah melecehkan dan merendahkan profesi wartawan termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).
“Jelas pernyataan ini sangat merendahkan kami yang berprofesi sebagai wartawan. Untuk itu kami sangat mengecam dan akan meminta klarifikasi dari oknum kades tersebut,” ujar Sangki kepada radartangsel.com, Senin (7/3).
Menurut Sangki, dalam melaksanakan tugasnya, wartawan dibatasi oleh Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang harus dipatuhi.
Dia menegaskan, dalam menjalankan profesinya wartawan haruslah profesional salah satunya dengan tidak menerima terlebih meminta uang kepada narasumber.
“Kalaupun yang bersangkutan merasa ada wartawan yang kerap meminta uang, itu hanyalah oknum. Jangan mengeneralisir jika seluruh wartawan seperti itu,” terang Sangki.
“Jika ada yang meminta terlebih memeras silahkan laporkan ke Dewan Pers” tegas Sangki, menambahkan.
Sangki pun meminta kepada Bupati Kabupaten Tangerang khususnya kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) Kabupaten Tangerang memberikan teguran keras kepada LTS agar kasus yang sama tidak kembali terjadi di masa depan.
“Bupati sebagai kepala pemerintahan tertinggi di wilayah Kabupaten Tangerang harus memberikan peringatan keras, agar tidak ada lagi oknum kades atau pejabat pemerintahan lainnya yang melakukan hal serupa,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan voice note yang diterima radartangselcom, seorang pria yang mengatakan :
“Kepala desa angkatan tanggal 10 bulan 10 bukan kades kaleng-kaleng, tapi kepala desa baja full, baja asli Krakatau steel. Wartawan LSM lewat, mau 50 ribu dikasihin amplop silahkan. Kalau tidak, saya tunjukan ketika saya lagi didik di Pusdikif Cimahi Bandung, jangan macam-macam LSM dan wartawan ke LTS”.
Sampai berita ini ditayangkan, radartangselcom berupaya mengkonfirmasi LTS. Namun belum membuahkan hasil. (BD)
