RADARTANGSEL – Kasus pembunuhan seorang pemuda bernama Fiky (F) yang ditemukan tewas bersimbah darah di TPU Kober Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan menemui titik terang usai tertangkapnya tiga pelaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan menerangkan peristiwa ini bermula dari sakit hati otak pelaku utama berinisial LM terhadap korban.
“Saudari LM ini menyuruh DR dan MYL dengan iming-iming uang untuk menghabisi korban,” kata Zulpan dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (14/2).
Dari suruhan tersebut, kemudian pada Kamis (10/2) sekitar pukul 01.30 WIB pelaku LM menjemput DR di rumahnya di Srengseng dan menjemput MYL di Cipondoh. Kemudian ketiganya menuju ke TKP sekitar pukul 02.30 WIB untuk menunggu korban melintas.
“Saat korban F ini melintas menggunakan sepeda motor di situlah kedua eksekutor ini melakukan aksinya dengan menghentikan dan melakukan penusukan menggunakan gunting kepada korban,” terangnya.
Zulpan mengungkapkan, gunting yang digunakan sebagai barang bukti untuk melakukan pembunuhan ini disiapkan pelaku utama berinisial LM.
Usai ditusuk, korban kemudian jatuh dan meninggal di tempat. Pelaku DR dan MYL lantas kabur dengan membawa sepeda motor korban.
“Korban mengalami dua luka tusukan di bagian perut,” jelas Zulpan.
Diketahui, jasad Fiky sendiri sempat menggegerkan warga usai ditemukan di lingkungan TPU Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Kamis (10/2) lalu. Fiky ditemukan dalam kondisi terkapar penuh darah dengan sejumlah luka tusuk.
“Iya karena mereka merencanakan itu sebelum terjadi (pembunuhan), jadi bukan dadakan. Itu kan mulai dipanggil, dibayar, dan dikasih DP (pelaku pembunuhannya). Itu semua sudah termasuk merencanakan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplani, Jumat (11/2). (BD)
