RADARTANGSEL – Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) secara resmi membuka pelatihan kewirausahaan Barista bagi narapidana terorisme (Napiter), Selasa (21/10).
Kepala Lapas Khusus Gunung Sindur Wahyu Indarto menjelaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam program deradikalisasi dan reintegrasi sosial untuk menyiapkan para Napiter kembali ke masyarakat.
Harapan Kemandirian Pasca-Ikrar Setia NKRI
Orang nomor satu di jajaran Lapas Khusus Gunung Sindur itu berharap agar keterampilan yang diajarkan dapat menjadi bekal kemandirian untuk para napiter setelah bebas nanti.
“Minimal bermanfaat untuk diri dan keluarga. Buatlah kopi dengan sepenuh hati. Agar kopi yang kita buat, tak hanya nikmat dan enak tapi juga dikangenin (dirindukan),” kata Wahyu, disambut antusias oleh peserta kegiatan.

Sementara itu, Kasubdit Bina Dalam Lapas Wahyu Herawan menjelaskan bahwa pelatihan kewirausahaan ini adalah tindak lanjut nyata dari komitmen yang telah diucapkan para napiter.
“Program ini merupakan bagian dari program deradikalisasi pasca dilaksanakannya Ikrar Setia NKRI pada Senin, 20 Oktober kemarin. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari kegiatan reintegrasi,” jelas Wahyu Herawan.
Melatih Keterampilan yang Siap Jual
Setelah pembukaan, kegiatan pelatihan yang diikuti oleh sembilan orang napiter sebagai peserta itu dilanjutkan dengan sesi pelatihan teknis barista.
Pada pelatihan itu, para peserta dibimbing oleh pelatih untuk menguasai keterampilan meracik kopi, teknik penyajian, hingga manajemen kedai kopi sederhana.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mengubah pola pikir, tetapi juga memberikan nilai ekonomi tinggi sebagai modal wirausaha bagi Napiter.
Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan BNPT dan pihak terkait dalam memberikan pembinaan kemandirian yang relevan.
“Sehingga para warga binaan pemasyarakatan (WBP) dapat kembali berintegrasi sebagai anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab,” pungkas Wahyu.
