RADARTANGSEL – Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dikepung bencana alam berupa banjir, longsor, dan pergerakan tanah akibat dilanda hujan deras.
Akibat bencana alam di belasan kecamatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menerapkan status darurat bencana alam selama satu pekan ke depan.
Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa dengan banyaknya musibah yang melanda wilayahnya tersebut dinilai telah masuk dalam status darurat bencana alam.
“Seperti banjir, longsor, dan pergerakan tanah, yang terjadi dalam satu hari di belasan kecamatan. Untuk surat dan penetapan resminya sudah dibuat BPBD,” kata Herman di Cianjur, Rabu (4/12).
Menurut Herman, curah hujan dengan intensitas tinggi di Cianjur diprediksi akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
Pihaknya pun meminta masyarakat di seluruh wilayah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan serta segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Selain itu, pihaknya sudah meminta aparat desa dan kecamatan di Cianjur menyiapkan lokasi pengungsian sebagai upaya antisipasi bencana alam meluas serta melakukan penanganan cepat ketika terjadi bencana, termasuk melakukan evakuasi warga.
“Kami minta utamakan keselamatan jiwa, segera mengungsikan atau mengevakuasi warga ketika curah hujan tinggi, bantuan logistik untuk warga selama mengungsi sudah di kirim ke sejumlah kecamatan terdampak,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Kusmana Wijaya mengatakan, akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Selasa (3/12) hingga Rabu (4/12) menyebabkan 11 kecamatan di wilayah selatan dikepung bencana alam.
“Laporan sementara yang masuk hingga Rabu pukul 15.00 WIB tercatat ada 4 titik bencana longsor, 6 titik bencana banjir, dan 17 titik bencana pergerakan tanah terjadi di Cianjur terutama di wilayah selatan,” tandasnya.
