RADARTANGSEL – Tanggul kolam di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussyifa Al-Fithroh Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat roboh.
Akibat kejadian itu, empat orang santri di Pondok Pesantren tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun tanggul kolam yang roboh.
Kasi Kedaruratan dan Logis BPBD Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim mengatakan, musibah tersebut terjadi pada Rabu (13/11) malam.
“Akibat cuaca ekstrem. Diduga penyebab tanggul itu roboh karena tidak mampu menahan tanah,” kata Medi di Sukabumi, Kamis (14/11).
Medi menjelaskan, selain menewaskan empat santri kejadian tersebut juga menyebabkan lima santri lainnya terluka akibat tertimpa material tanggul.
“Mereka saat ini tengah menjalani perawatan di RS Secapa Polri Sukabumi,” terang Media.
Identitas santri yang terluka yakni Andrian dan Adnan mengalami luka ringan, sementara Wafi, Naswan, dan Andika mengalami luka berat.
Adapun identitas empat santri yang meninggal yakni Firmansyah pelajar kelas VIII-6, warga Kampung Cimenteng RT 40/10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Kemudian M Dzaki Athalah pelajar kelas VIII-7 warga Kampung Babakan, Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
M Awal Rizki pelajar kelas VIII-11 warga Kampung Citatah RT 03/01, Desa Kadununggal, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.
Berikutnya, M Rifa Raditya pelajar kelas VIII-4 warga Kampung Leuwikaso, Desa Cinanggara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Menurut Medi, tanggul kolam dengan panjang 10 meter dan tinggi 1,5 meter ini roboh saat sejumlah santri tengah melakukan pengajian rutin di sekitar lokasi.
Untuk penanganan lebih lanjut, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kadudampit.
“Untuk lokasi kejadian sudah dipasang garis polisi oleh personel Polsek Kadudampit,” tandas Medi.
