RADARTANGSEL – Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Minggu (3/11) malam meninggalkan duka.
Erupsi disertai dengan material berupa bongkahan batu itu mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, termasuk membawa dampak kerusakan rumah warga di kaki gunung api tersebut.
Kadis Kominfo Flores Timur Herry Lamawuran mengatakan, berdasarkan data sementara sebanyak 63 orang mengalami luka-luka akibat erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki.
Herry menjelaskan, dari 63 orang yang mengalami luka-luka tersebut terdiri atas 31 orang luka berat, 32 orang luka ringan dirawat di Puskesmas Boru dan Puskemas Lewolaga.
Sementara tiga orang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Hendrikus Fernandez di Larantuka, Ibu Kota Kabupaten Flores Timur.
“Ada sembilan orang meninggal dan satu orang dinyatakan kritis,” terang Herry, Selasa (5/11).
Menurut dia, sebanyak 10.295 jiwa terdampak erupsi yang tersebar di dua kecamatan, yakni Wulanggitang sebanyak 9.479 jiwa dan Ile Bura 816 jiwa.
Petugas mencatat sebanyak 2.472 jiwa mengungsi di tiga lokasi, dengan rincian di Desa Konga 1.219 jiwa, Desa Bokang 606 Jiwa dan Desa Lewolaga 647 jiwa.
Saat ini tim gabungan telah mendirikan tenda pengungsian dan dua dapur umum untuk melayani kebutuhan para pengungsi di tiga lokasi.
Tim kesehatan telah menyiagakan Posko Kesehatan Boru dan Puskesmas Lewolaga untuk korban luka.
Sementara tim pencarian dan pertolongan tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya laporan kehilangan dari warga.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 7 kilometer dari pusat erupsi sesuai rekomendasi dari PVBMG.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status gunung tersebut dari level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).
