34.7 C
Tangerang Selatan
Kamis, Mei 14, 2026

Gelandangan dan Manusia Perak di Tangerang Terjaring Razia Satpol PP

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Sebanyak 11 Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) terjaring razia Satpol PP Kabupaten Tangerang, Banten.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tangerang, Agus Suryana menjelaskan,  11 PMKS tersebut terdiri dari 10 gelandangan dan 1 manusia perak.

Menurut Agus, 11 PMKS yang terjaring tersebut tersebar di beberapa titik keramaian seperti pasar, persimpangan jalan.

“Operasi berdasarkan laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan PMKS di wilayah tersebut,” terang Agus di Tangerang, Rabu (30/10).

Agus menjelaskan, operasi PMKS tersebut digelar di lima  Kecamatan yakni Cikupa, Pasar Kemis, Curug, Balaraja, dan Tigaraksa.

“Operasi ini adalah upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga ketertiban umum,” terang Agus.

Dia menyebut, penertiban akan dilakukan secara berkala untuk mencegah potensi tindak kriminalitas serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga.

Operasi ini diharapkan dapat mengurangi aktivitas PMKS yang selama ini dianggap mengganggu umum.

Satpol PP berkomitmen untuk terus melakukan penertiban demi terciptanya lingkungan yang aman dan tertib.

PMKS yang terjaring dalam operasi ini akan menerima pelatihan dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, termasuk pendataan, konseling.

“Pelatihan keterampilan untuk membantu mereka mandiri dan memiliki penghidupan yang lebih baik,” tambah Agus.

Sementara, Kepala Seksi Rehabilitasi Eks Penyandang Penyakit Sosial Susilawati menjelaskan, PMKS yang terjaring akan menjalani pelatihan selama tiga hari.

Pelatihan itu meliputi bimbingan fisik dengan senam bersama, asesmen, pelatihan, serta pemberian motivasi oleh Balai Sentra Mulya Jaya Kemensos RI.

“Mereka juga akan mendapatkan pelatihan keterampilan praktis, seperti membuat keset dari kain majun, serta bimbingan rohani,” jelasnya.

Susilawati menambahkan, hasil asesmen akan membantu menentukan PMKS yang layak mengikuti pelatihan keterampilan di Provinsi Banten.

“Atau menerima bantuan usaha dari Kementerian Sosial, sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing PMKS,” terangnya.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mengurangi salah satu penyakit sosial yang ada di masyarakat, seperti pengemis dan pengamen,” tutupnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan