RADARTANGSEL – Kabar duka, Mantan Bupati Tangerang periode 2003-2013 Ismet Iskandar tutup usia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat pada Selasa (15/10) malam.
Adik almarhum, Zaenal Muttaqien mengatakan, jenazah sang kakak yang merupakan mantan Bupati Tangerang dua periode itu telah dikebumikan di pemakaman keluarga.
“Pukul 10:00 WIB dishalatkan di Masjid Al-Azom Kota Tangerang. Dan, dimakamkan di Pakulonan Barat (Kelapa Dua, Tangerang),” kata Zaenal di Tangerang, Banten, Rabu (16/10).
Ismet Iskandar meninggalkan istri Hj Chandrasasi Elia dan tiga anak, yakni Ahmed Zeki Iskandar yang juga Bupati Tangerang dua periode 2013-2018, 2018-2023.
Kemudian, Intan Nurul Hikmah yang kini menjadi calon wakil Bupati Tangerang berpasangan dengan Moch. Maesyal Rasyid, dan Ahmed Zulfikar Ibrahim Abdillah yang sempat menjadi Presiden Persita.
Sebelum dikabarkan meninggal, Ismet Iskandar diketahui telah mengalami stroke ringan sejak 2009, saat masih menjabat sebagai Bupati Tangerang pada periode kedua. Dirinya telah menjalani perawatan di Singapura sejak beberapa tahun lalu.
Ismet Iskandar adalah Bupati Tangerang periode 2003-2008 dan 2008-2013. Sebelum menjadi bupati, dia telah menjabat sebagai Sekretaris Daerah di bawah Bupati Agus Djunara.
Ismet dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tangerang sebagai Bupati Tangerang pada tahun 2003, dengan Norodom Soekarno sebagai wakilnya.
Kemudian, pada periode kedua, dia menggandeng Rano Karno. Mereka menang melalui mekanisme pemilihan langsung.
Selama menjabat sebagai Bupati Tangerang, Ismet Iskandar membuat banyak terobosan, di antaranya, pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS).
Kemudian pembangunan Jalan Lingkar Utara (JLU). JLU dan JLS tersebt menyambungkan seluruh wilayah Kabupaten Tangerang, Banten.
Selain itu, Ismet juga memperkenalkan konsep betonisasi jalan yang membuat kondisi jalan lebih tahan lama serta memprakarsai proyek Jalan Tol Serpong-Balaraja.
Kemudian, perubahan besar berikutnya yang dilakukan Ismet adalah pemindahan Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang dari wilayah Kota Tangerang ke Tigaraksa.
Pemindahan ini merupakan konsekuensi dari pemekaran wilayah Kabupaten Tangerang dari Kota Tangerang.
Selanjutnya, di zaman Ismet Iskandar pula terjadi pemekaran wilayah Kota Tangerang Selatan.
Tujuh kecamatan yang sebelumnya berada di Kabupaten Tangerang dipisah dan berdiri menjadi kota otonom.
Ismet juga dikenal sebagai penggila bola. Dia membina Persita Tangerang selama puluhan tahun.
