RADARTANGSEL – Kawasan pertambangan Nagari Sungai Abu, Kecamatan Hiliran Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat dilanda longsor pada Kamis (26/9) sore.
Akibat peristiwa tersebut, belasan orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya masih dalam pencarian petugas terkait.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Irwan Efendi menjelaskan bahwa kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada Kamis (26/9) sore.
Efendi menjelaskan, akibat kejadian tersebut sebanyak 15 orang dinyatakan meninggal dunia.
Efendi menambahkan, dari 15 korban tewas itu sebanyak 11 orang sudah dievakuasi dan empat orang masih di lokasi.
“Tiga orang lainnya luka-luka. Sebanyak 25 orang masih tertimbun,” kata Efendi di Solok, Sumatera Barat, Jumat (27/9).
Menurut Efendi, lokasi longsor tersebut sangat sulit ditempuh bahkan waktu tempuh mencapai 4 jam perjalanan menuju ke sana.
Laporan dari lapangan, menurut dia, masih belum ada info yang pasti atau butuh waktu 4 jam lagi. Dengan demikian, belum bisa dipastikan datanya.
Efendi mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan forkopimda dan forkopimcam setempat.
Bahkan, sebagian tim BPBD sudah ada yang di lokasi. Namun, masih menunggu informasi karena akses ke sana relatif sangat sulit.
Informasi yang berhasil dihimpun, lokasi kejadian merupakan kawasan pertambangan.
“Akan tetapi, belum diketahui secara pasti apakah tambang emas atau lainnya,” tandas Efendi.
