RADARTANGSEL – Ma’ruf Amin resmi ditunjuk kembali menjadi Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam penutupan Muktamar ke-6 PKB di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, Badung, Minggu (25/8).
Penunjukan ini terjadi setelah adanya desakan kuat dari para ulama dan tokoh-tokoh penting di dalam partai yang meminta mantan Ketua MUI itu kembali memimpin Dewan Syuro, meskipun dirinya awalnya ingin pensiun dari panggung politik nasional.
Sebelum menutup Muktamar ke-6 PKB, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya awalnya berencana untuk kembali ke pesantren setelah masa jabatannya sebagai Wakil Presiden berakhir pada Oktober 2024 nanti.
Namun, dengan penuh rasa tanggung jawab, ia memutuskan untuk menerima kembali jabatan sebagai Ketua Dewan Syuro PKB. Dirinya merasa tak dapat menolak permintaan para kiai dan ulama yang memintanya tetap berperan dalam menjaga stabilitas dan arah perjuangan PKB.
“Saya berniat, selepas tugas Wakil Presiden selesai Oktober nanti, saya ingin kembali ke pesantren, ngurusi santri-santri. Saya ingin menikmati hari tua saya, tetapi saya diminta kembali menjadi Ketua Dewan Syuro. Kalau Kiai sudah minta, itu susah nolaknya,” ungkapnya di hadapan ribuan muktamirin yang hadir.
Lebih jauh, Wapres menyatakan bahwa dirinya menerima penunjukan ini dengan syarat-syarat tertentu, di antaranya adalah bahwa Dewan Syuro harus diposisikan sesuai dengan peran dan fungsinya yang strategis. Ia menekankan bahwa setiap keputusan strategis partai harus melalui musyawarah Dewan Syuro bersama Ketua Umum PKB terpilih, Muhaimin Iskandar.
“Saya ajukan syarat, tidak banyak, tetapi penting. Dewan Syuro harus diposisikan sebagai mestinya. Hal-hal yang strategis harus diputuskan oleh Dewan Syuro bersama Ketua Umum,” ungkapnya.
Wapres pun mengingatkan bahwa PKB sebagai partai politik yang dibentuk oleh ulama harus tetap konsisten dengan perjuangan politik berbasis Islam Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Ia menekankan pentingnya menjaga arah politik PKB agar tetap dalam jalur yang diridai oleh para ulama dan bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya kelompok tertentu.
“Saya bersama-sama dengan para kiai mendirikan PKB dulu, bahkan saya menjadi Ketua Tim 5 yang membidangi lahirnya PKB. Karena itu, saya sulit untuk melupakan PKB. Dengan bissmillah, saya menerima permintaan ini demi kebaikan dan kemaslahatan bersama,” ujar Wapres mengingat kembali perannya dalam pendirian partai tersebut pada tahun 1998.
Penunjukan kembali Ma’ruf Amin sebagai Ketua Dewan Syuro PKB ini menandai kembalinya tokoh senior tersebut ke jajaran pimpinan partai setelah 26 tahun berkiprah di luar peran formal dalam partai.
Kembalinya Ma’ruf Amin diharapkan dapat memperkuat PKB dalam menghadapi tantangan politik ke depan, terutama menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024.
Ma’ruf Amin juga menekankan bahwa PKB harus tetap menjadi gerakan politik rahmatan lil ‘alamin, yang tidak hanya mengedepankan kepentingan umat muslim, tetapi juga semua elemen bangsa.
“Gerakan politik PKB adalah gerakan politik rahmatan lil ‘alamin. Ini bukan hanya untuk orang NU, tetapi untuk semua orang, termasuk non-Muslim. PKB adalah persembahan ulama untuk bangsa. Oleh karena itu, kita harus tetap istiqamah di jalur ini,” tegasnya.
Sebelumnya l, Ketua Umum PKB terpilih pada Muktamar ke-6 PKB Muhaimin Iskandar menegaskan peran penting PKB sebagai pilar bangsa yang menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gus Imin sapaan akrabnya itu menekankan bahwa PKB merupakan satu-satunya partai politik Islam terbesar yang berpegang teguh pada ajaran Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah di Indonesia.
“PKB adalah pilar bangsa. Di parlemen ini, PKB satu-satunya partai Islam Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah yang amat sangat besar, terbesar. Itu dibutuhkan negara ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga menyampaikan apresiasi kepada para tokoh bangsa, ulama, dan pemimpin negeri yang terus mendukung PKB dalam menjaga stabilitas politik dan keutuhan negara. Ia mengingatkan bahwa tanpa kehadiran PKB yang kuat, dirinya tidak yakin negara ini akan tetap kuat, kokoh, dan bersatu.
“Tanpa PKB yang kuat, saya tidak yakin negara ini bisa kuat, kokoh, dan bersatu. Karena itu, harapan kami, mari kita saling jaga negara ini, mari kita jaga republik ini, mari kita saling menghormati dan menghargai,” ajak Muhaimin kepada peserta yang hadir.
