33.7 C
Tangerang Selatan
Sabtu, Juli 13, 2024

BI Sebut Inflasi Indonesia Terendah di Dunia 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa inflasi di Indonesia dalam 10 tahun terakhir masih relatif terkendali, bahkan termasuk yang terendah di dunia pada saat ini.

Hal tersebut dilaporkan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award, di Istana Negara Jakarta, Jumat (14/6/2024).

“Tren inflasi Indonesia dalam 10 tahun terakhir menurun dan terkendali rendah, bahkan termasuk yang terendah di dunia pada saat ini. Inflasi IHK pada bulan Mei 2024 tercatat sebesar 2,84 persen,” ucapnya.

Hal tersebut terbukti oleh laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2024 yang konsisten pada tingkat inflasi 2,84 persen atau sesuai target 2,5 plus minus 1 persen.

Perry memperkirakan bahwa inflasi akan terkendali pada tingkat rendah dalam kisaran target sebesar 2,5 plus atau minus 1 persen untuk sisa tahun 2024-2025 kedepan.

“Terjaga dalam kisaran target 2,5 plus minus 1 persen. Kami memperkirakan inflasi pada sisa tahun 2024 ini dan tahun 2025 akan tetap terkendali rendah dalam kisaran sasaran 2,5 plus minus 1 persen” jelasnya.

Perry mengatakan, dikarenakan kondisi global yang masih bergejolak dan belum stabil, Bank Indonesia bersama pemerintah akan bersinergi menerapkan kebijakan moneter yang konsisten untuk menjaga stabilitas perekonomian Indonesia dengan mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Dalam kondisi global yang masih bergejolak ini, kebijakan moneter akan secara konsisten untuk menjaga stabilitas dengan memastikan inflasi tetap terkendali dan nilai tukar Rupiah tetap stabil,” katanya.

Perry menambahkan, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk lebih memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Perry menjelaskan, Bank Indonesia akan memberikan keringanan melalui insentif likuiditas berskala besar bagi perbankan untuk menyalurkan kredit pinjaman ke berbagai sektor guna meningkatkan kapasitas perekonomian termasuk upaya makroprudensial hilir agropangan.

“Untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, Kebijakan Makroprudensial Longgar antara lain melalui insentif likuiditas yang besar kepada perbankan, kami berikan untuk penyaluran kredit pembiayaan ke berbagai sektor untuk meningkatkan kapasitas perekonomian, termasuk hilirisasi pertanian dan UMKM pangan,” katanya.

Perry memperkirakan perekonomian Indonesia masih sangat kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang terjaga pada level 5 persen dan inflasi di bawah 3 persen. Namun tetap diperlukan adanya penguatan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna memitigasi konflik geopolitik global yang sedang berlangsung.

“ke depan perlu kita hadapi dengan upaya dan sinergi yang berkelanjutan. Kesinambungan adalah sangat penting untuk pengendalian inflasi ke depan, khususnya untuk memitigasi risiko kenaikan harga pangan dan energi akibat konflik geopolitik global yang masih berkelanjutan, ketidakpastian pasar keuangan global, serta permasalahan struktural seperti produktivitas, inefisiensi, distribusi, dan integrasi data pangan.” tandasnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan