29.6 C
Tangerang Selatan
Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_img

Bekas Kepala Bea Cukai Makassar Andhi Pramono Divonis 10 Tahun Penjara 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Eks Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono divonis 10 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Vonis tersebut terkait kasus penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan sebesar Rp 58,9 miliar.

Amar putusan disampaikan oleh Hakim Ketua Djuyamto dalam sidang pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Senin (1/4).

“Menjatuhkan pidana oleh karena itu terhadap terdakwa Andhi Pramono dengan pidana penjara selama 10 tahun,” kata Hakim Ketua Djuyamto.

Selain itu, Andhi Pramono juga dijatuhi pidana denda Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan.

Majelis hakim menyatakan, Andhi Pramono terbukti menerima gratifikasi dan melanggar Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

“Menyatakan terdakwa Andhi Pramono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan penuntut umum,” kata Djuyamto.

Hakim mempertimbangkan sejumlah hal yang memberatkan dan meringankan dalam menjatuhkan putusan terhadap Andhi Pramono tersebut.

Hal memberatkan yaitu perbuatan terdakwa tidak membantu program pemerintah dalam pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Perbuatan terdakwa telah mengurangi kepercayaan publik atau masyarakat terhadap institusi pajak dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan adalah terdakwa berlaku sopan di persidangan dan belum pernah dihukum.

Pada perkara ini, Andhi Pramono terbukti menerima gratifikasi dengan total sejumlah Rp 58,9 miliar dari sejumlah pihak saat ia menjabat sejumlah posisi strategis di Ditjen Bea dan Cukai.

Jumlah tersebut terdiri atas mata uang rupiah maupun mata uang asing, di antaranya Rp 50.286.275.189,79.

Kemudian 264,500 dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 3.800.871.000,00, selanjutnya 409,000 dolar Singapura atau setara dengan Rp 4.886.970.000,00.

Vonis tersebut lebih rendah daripada tuntutan jaksa KPK yang ingin Andhi dihukum dengan pidana 10 tahun dan 3 bulan penjara.

Jaksa pun menyatakan pikir-pikir merespons vonis dimaksud. Sedangkan Andhi langsung menyatakan banding.

“Terimakasih Yang Mulia, Insyaallah saya akan melakukan banding,” kata Andhi Pramono.

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan