26 C
Tangerang Selatan
Sabtu, April 13, 2024
spot_imgspot_img

Empat Orang Jadi Tersangka Kasus Perundungan di Binus School Serpong 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus perundungan (bullying) di salah satu sekolah internasional di kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi mengatakan, empat tersangka tersebut masing-masing berinisial E (18), R (18), J (18), dan G (19).

“Empat orang saksi ditingkatkan status menjadi tersangka yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak di bawah umur,” kata Alvino dalam konferensi pers di Polres Metro Tangerang Selatan, Jumat (1/3).

Menurut Alvino, dalam kasus perundungan tersebut ini sudah ada 17 saksi yang diperiksa oleh pihaknya..

Alvino menjelaskan, saksi yang diperiksa tidak hanya dari siswa yang diduga terlibat kasus perundungan berujung kekerasan di sekitar sekolah.

“Tetapi penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap guru dari Binus School Serpong tersebut,” imbuhnya.

Alvino menambahkan, akibat kekerasan tersebut korban yang berusia 17 tahun tersebut mengalami luka-luka, memar, luka lecet di leher.

Kemudian mengalami luka bekas sundutan rokok pada leher bagian belakang, dan luka bakar pada lengan tangan kiri.

“Motif pertama terjadi pada tanggal 2 Januari, para pelaku menjalankan semacam tradisi yang tidak tertulis sebagai tahapan untuk bergabung ke dalam suatu kelompok,” kata Alvino.

Alvino menjelaskan, untuk kronologis kejadian pada tanggal 2 Januari 2024 berawal di Warung Ibu Gaul (WIG) di sekitar Binus School Serpong.

“Ketika itu 12 pelaku yang tergabung dalam kelompok geng ‘TAI’ secara bergantian melakukan tindakan kekerasan terhadap anak korban,” kata Alvino.

Kemudian motif kedua, pada tanggal 13 Januari 2024 para pelaku melakukan kekerasan diduga karena mendapatkan informasi bahwa korban menceritakan kegiatan tradisi tersebut.

“Para pelaku berjumlah enam orang yang mengetahui bahwa anak korban bercerita tersebut tidak terima dan kembali melakukan tindakan kekerasan terhadap anak korban. Akibatnya anak korban mengalami ketakutan, tertekan dan stres akut, ” kata Alvino.

Akibat perbuatannya keempat tersangka dan delapan anak yang berkonflik dengan hukum dikenakan pasal 76C jo pasal 80 UU No.35 tahun 2014 atas perubahan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan/atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan