RADARTANGSEL – Satuan tugas (Satgas) Pangan Polri bersama Ditreskrimsus Polda Banten melakukan pengecekan ketersediaan dan kestabilan harga beras di Provinsi Banten pada Rabu (21/2).
Kasatgas Pangan Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, berdasarkan hasil pantauan ketersediaan beras di sejumlah pasar dan toko retail yang ada di Provinsi Banten hingga kini masih relatif aman.
Menurut Whisnu harga beras juga masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami hadir disini khususnya terkait dengan ketersediaan dan distribusi beras baik beras premium maupun beras medium yang SPHP dari Bulog sejauh ini pantauan cukup aman dan tersedia,” ucapnya.
Wisnu menambahkan, terjadinya kenaikan harga beras di pasar diakibatkan naiknya harga pembelian gabah dari petani akibat iklim atau cuaca pancaroba.
Whisnu menyatakan, tiga pekan menjelang bulan Ramadan, ketersediaan beras cukup aman dan dijual di pasar-pasar tradisional serta toko retail.
“Pembatasan penjualan oleh retail dilakukan agar tidak ada panic buying dan agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan kemudian diperjualbelikan kembali,” tuturnya.
Sementara, Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Doni Satria Wicaksono menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan bersama stakeholder terkait.
“Kami akan terus melakukan pengawasan terhadap stok, pendistribusian dan harga pada bahan pangan pokok lainnya khususnya beras,” ungkapnya.
