29.6 C
Tangerang Selatan
Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_img

HUT PDI Perjuangan, Megawati: Jangan Pernah Tinggalkan Rakyat 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan kembali pesan moral terpenting tentang jati diri sebagai “partai wong cilik” yang seutuhnya menyatu dengan rakyat.

“Saya selalu mengajarkan kepada anak-anak di PDI Perjuangan, jangan pernah tinggalkan rakyat. Sikap ini, selain sebagai muara dan komitmen ideologis, juga dari realitas sejarah,” jelas Megawati pada HUT Ke-51 PDI Perjuangan di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (10/1).

Ketika PDI berhadapan dengan rezim otoriter yang tidak segan menggunakan segala cara, lanjutnya, rakyatlah penopang partai. Dalam hemat pandangannya, rakyat tidak lain seperti akar rumput yang merupakan simbol kehidupan.

Melalui HUT PDIP, Megawati meminta seluruh kader partai agar tidak meninggalkan rakyat sebagai akar rumput perjuangan.

Megawati meyakini akar rumput tidak mengenal kata menyerah serta dapat tumbuh di mana pun. Akar rumput mampu tumbuh di gunung, tanah gersang, tanah subur, dan laut.

“Rumput memiliki daya survival yang tinggi, sehingga meskipun dibakar, dipotong, dimatikan, dan dicabut, tetap akan selalu tumbuh karena akarnya selalu siap untuk tumbuh kembali,” ujar Megawati.

“Akar rumput itu selalu bergandengan dengan erat. Kalau kita lihat, rumput tak pernah sendiri mereka menjalin satu sama lain,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Megawati memerintahkan kader partai-nya untuk berdiri kokoh bersama rakyat serta solid bergerak.

“Karena itulah betapa pentingnya turun ke bawah. Perkuatlah akar rumput, sebab itulah kekuatan riil kita. Camkan hal ini sebagai napas kontemplasi kita,” ujar Megawati.

Lebih jauh, Presiden ke-5 RI itu mengingatkan bahwa PDI Perjuangan tidak pernah tunduk pada tekanan apa pun dan itu sudah terbukti hingga di usia partai yang ke-51.

“Inilah perjalanan panjang kita. Pasang naik dan surut telah kita alami sebagai dinamika kehidupan partai. Apa yang telah kita alami selama 32 tahun rezim otoriter Orde Baru misalnya, adalah gemblengan nyata terhadap ideologi, keteguhan dalam semangat juang, dan soliditas organisasi,” kata Megawati.

Putri Proklamator sekaligus Presiden pertama RI Soekarno itu mengenang betapa hebatnya tekanan yang dia dan PDI Perjuangan alami saat itu, hingga melahirkan kultur perlawanan terhadap segala sesuatu yang berbau penindasan.

“Watak dan karakter inilah yang muncul spontan ketika kita melihat ketidakadilan, kemiskinan, dan diskriminasi,” tegasnya.

Megawati menyampaikan PDI Perjuangan mengambil intisari dari pengalaman ketertindasan selama Orde Bar itu.

Diketahui, dalam perayaan HUT ke-51 PDI Perjuangan, hadir pula Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju dan sahabat Megawati.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan