27.9 C
Tangerang Selatan
Rabu, April 24, 2024
spot_imgspot_img

Bunuh Pedagang Buah, Pria Inisial DJ Dibekuk Polisi di Pamulang

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Seorang pria berinisial DJ (28) ditangkap petugas dari Polsek Kramat Jati di wilayah Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Usut punya usut, DJ dibekuk petugas lantaran menganiaya pedagang semangka bernama Sutomo hingga tewas di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur pada Senin (8/1) dini hari.

Kapolsek Kramat Jati Kompol Tuti Aini mengatakan, pelaku ditangkap usai pihaknya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Karena kami dapat info tadi pagi jam 04.00 WIB subuh, langsung kami ke TKP. Petugas langsung pengembangan dan itu ditangkap di Pamulang,” kata Tuti di Jakarta, Senin (8/1).

Tuti menjelaskan, DJ ditangkap di Pamulang dengan barang bukti sebuah senjata tajam (sajam) berjenis celurit yang digunakan saat melalukan penganiayaan.

“Pelaku tadi sudah melakukan pembacokan langsung kabur ke Pamulang, ke tempat keluarganya,” katanya.

Ditetapkan sebagai Tersangka

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, DJ (28) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Utomo (33) tersebut.

“Tersangka satu orang, berdasarkan fakta yang ada, dapat disimpulkan perbuatan tersebut dilakukan seorang laki-laki berinisial DJ,” kata Leonardus Simarmata di Jakarta, Selasa (9/1).

Leonardus mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan serangkaian penyidikan dan menemukan sejumlah barang bukti.

“Kami amankan sejumlah barang bukti berupa sebilah celurit yang digunakan untuk membacok korban dan sebuah botol yang digunakan untuk menyimpan air keras,” katanya.

Selain itu, Leonardo menerangkan bahwa dalam peristiwa ini, dua orang menjadi korban, satu di antaranya tewas. Satu orang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Satu korban lagi berinisial MB, bukan target pelaku. Korban terkena percikan air keras yang disiram pelaku ke pedagang semangka,” ujarnya.

Leonardus mengungkapkan, motif asmara diduga menjadi alasan pelaku tega menghabisi nyawa Utomo.

“Diduga rasa dendam terhadap korban Utomo yang melakukan perselingkuhan dengan istri pelaku,” kata Leonardus.

Leonardus mengatakan, pada Oktober 2023 pelaku DJ mengetahui adanya perselingkuhan antara korban Utomo dengan istrinya berinisial J.

“Akibat dari hal itu, pelaku tidak terima dan merasa sakit hati, lalu pada Desember 2023 pelaku membeli cairan air keras secara daring untuk melancarkan aksinya pada Minggu (7/1),” ucap Leonardus.

Menurut Leonardus, hingga saat ini pihaknya tengah mendalami terkait informasi dari mana pelaku mengetahui masalah perselingkuhan istri pelaku berinisial J dengan Utomo.

“Masih dalam proses pendalaman, kami akan menggali pada saat proses BAP pelaku, apakah lewat media sosial atau dari mana,” ungkapnya.

Atas perbuatan yang menimbulkan kematian, DJ dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan atau Pasal 351 Ayat 3 tentang Penganiayaan Menyebabkan Orang Meninggal Dunia.

“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun, sedangkan Pasal 351 KUHP ancaman hukuman 7 tahun penjara,” kata Leonardus.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan