RADARTANGSEL – Ratusan pengunjung memadati ‘Bazar Kuliner dan Pentas Seni 2023’ yang digelar oleh SMK Al Amanah, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, Senin (13/11).
Murid-murid SMK Al Amanah terlihat menjajakan dagangan makanan seperti berbagai macam olahan ayam, minuman ringan, kaos dan lain-lain pada setiap booth atau stand bazar.
Aneka macam hasil karya tangan seperti kapal laut, pesawat, tank baja, rumah-rumahan, vas bunga yang seluruhnya berbahan baku dari kayu dan lukisan juga turut memeriahkan pameran seni.

Selain itu, penampilan band dari para siswa SMK pun juga turut memeriahkan kegiatan yang dikunjungi oleh ratusan murid-murid TK, SD dan SMP Al Amanah serta berbagai elemen masyarakat umum.
Kepala Sekolah SMK Al Amanah Muhammad Mawahib mengatakan, kegiatan yang diadakan pihaknya tersebut merupakan ajang tahunan yang telah berjalan sejak tahun 2008 silam.
Menurut dia, kegiatan itu bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kreatif dan inovatif dalam berwirausaha di kalangan remaja yakni berupa implementasi langsung ke lapangan.
“Dengan cara membaca market, menyiapkan produk dan penentuan harga yang sesuai. Sehingga anak-anak dapat mengimplementasikan ke kehidupan sehari-hari,” ujar Wahib kepada RADARTANGSEL di ruang kerjanya, Senin (13/11).

Wahib menambahkan, kegiatan bazar kuliner tersebut juga disertai dengan pentas seni yang diambil dari penilaian pelajaran kesenian di kelas X dan XI.
“Para siswa ada yang tampil di panggung dan pameran kerajinan tangan. Jadi dikombinasi di satu event serta rutin diadakan setiap tahun,” ujarnya.
Wahib menyebut, kewirausahaan sangat diperlukan di lulusan SMK Al Amanah seiring dengan program Pemerintah yakni mampu membuat peluang usaha bagi diri sendiri serta untuk orang lain.
“Mereka kita fasilitasi dengan membuka pasar dan menjadi pelaku usaha yang langsung memproduksi, membaca pasar, promosi serta menjual,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelum mengadakan bazar ada fase yang harus dilalui oleh para siswa di antaranya target pasar, riset, sampel dan penilaian produk, selanjutnya pembimbingan kewirausahaan.
“Kemudian produknya disampel dan dinilai oleh guru terkait jenis dan harganya, kemudian dilakukan pemasaran berlanjut dengan pelaksanaannya,” urainya.
Wahib mengungkapkan, dalam hal ini pihak sekolah membantu dengan menkondisikan para pengunjung bazar baik yakni dari internal, alumni, kerabat guru maupun masyarakat umum.
“Tujuan intinya mendidik para siswa-siswi agar produktif dan tidak hanya konsumtif. Termasuk menjadi pelaku usaha serta tidak hanya menjadi sasaran usaha,” katanya.
Pada bazar tersebut para siswa bebas namun tepat dalam menggunakan produk untuk memenuhi keinginan pasar yang cepat dan ringkas hingga mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.
“Untuk modal 100 persen dari anak-anak, jadi sekolahan memfasilitasi untuk penilaian dan booth. Harga jual dari anak-anak dan nanti akan kita lihat apakah mereka rugi atau sebaliknya yang dibuktikan dengan hasil laporan akhir,” katanya.
“Untuk makanannya, anak-anak membuat sendiri. Respons para orang tua siswa sangat positif. Terkait biaya modal yang dikeluarkan, nantinya bisa ditagih ke anak-anaknya dan pihak sekolah tidak meminta,” imbuhnya.
Lebih jauh, Wahib menjelaskan bahwa pada kegiatan yang digelar cuma satu hari itu pihaknya turut menggandeng Primafood Indonesia sebagai penilai. Nantinya, para peserta bazar akan mendapatkan sertifikat.

Terakhir, pahlawan tanpa tanda jasa itu pun berharap dengan adanya program kewirausahaan ini kedepannya para alumni SMK Al Amanah mampu membawa diri dalam perputaran ekonomi.
“Serta bisa membuka dan membaca peluang-peluang usaha atau bekerja sesuai dengan kompetensi masing-masing di tengah ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah,” tandasnya.
Sementara, ketua panitia bazar dan pameran seni Ajeng Agustina menambahkan, pada kegiatan bazar kuliner tersebut pihaknya menghadirkan peserta dari kelas XII yang dibagi menjadi 12 kelompok atau stand.
“Sedangkan untuk pameran seni hasil karya tangan diisi para siswa dari kelas X dan XI,” ujar Ajeng.
“Sementara Band yakni perwakilan siswa dari setiap kelas serta perwakilan ekskul,” imbuh Ajeng.
Ajeng menjelaskan bahwa pada bazar tahun ini jenis kuliner yang mendominasi yakni olahan ayam seperti geprek, chicken, nasi kulit, betutu dan lain-lain serta aneka ragam cemilan.
Lebih jauh, Ajeng pun berharap apa yang telah didapatkan oleh para siswa pada kegiatan itu dapat dijadikan bekal dalam berwirausaha ketika telah tamat dari SMK Al Amanah.
“Kami juga berpesan apa yang telah menjadi masukan positif dari penilai, guru dan pembeli dapat dijadikan bahan evaluasi bagi para siswa kedepannya,” tandas Ajeng.
Disambut Positif Siswa
Sementara itu, salah satu peserta bazar kuliner bernama Amelia dari kelas XII menyambut positif kegiatan tersebut.
“Karena bisa mengembangkan kreativitas, dari yang tidak bisa menjadi bisa berwirausaha atau berdagang,” katanya.
Amel mengungkapkan, pada bazar kuliner tersebut dirinya memproduksi ayam black pepper atau ayam bumbu lada hitam.
Selain itu, dirinya berharap kedepannya bazar tersebut diperbesar hingga dapat menyedot perhatian publik untuk hadir.
“Karena saya bercita-cita ingin menjadi pengusaha kuliner sekaligus pengacara,” tandas Amelia
Diapresiasi Orang Tua Siswa
Salah satu orang tua siswa yang mengaku bernama Dewi menyampaikan apresiasi kepada SMK Al Amanah.
Menurut wanita yang hadir pada event itu, kegiatan tersebut sangat positif untuk anaknya lantaran dapat menanamkan jiwa kewirausahaan.
“Kami sangat mengapresiasi program-program positif dari SMK ini” kata Dewi seraya bercerita bahwa anaknya juga ada yang sekolah di SD dan TK Al Amanah.
Senada dengan hal itu, orang tua siswa lainnya yakni Sila juga menyebut bahwa kegiatan itu dapat menambah wawasan sekaligus memotivasi anaknya.
“Saya berharap kegiatan ini kedepannya dapat terus ditingkatkan lebih baik lagi,” tandas Sila sembari menjelaskan seputar program pendidikan di SMK tersebut.
