29.2 C
Tangerang Selatan
Sabtu, Mei 16, 2026

 Mahasiswi Kedokteran Hewan Unair Ditemukan Tewas, Kepala Terbungkus Plastik 

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang ditemukan tewas di dalam mobil.

Jenazah mahasiswi tersebut ditemukan di halaman apartemen, Desa Tambak Oso, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (5/11) pagi.

Di sekitar jenazah mahasiswi tersebut petugas kepolisian menemukan sepucuk surat berbahasa asing dan barang-barang lainnya.

Kanit Reskrim Polsek Waru AKP Ahmad Yani mengatakan, mahasiswi yang ditemukan tak bernyawa tersebut berinisial CA asal Kediri dan berusia 21 tahun.

Dari dalam mobil bernopol AG 1484 BY, tempat CA ditemukan tewas, polisi menemukan sejumlah barang pribadi milik korban berupa telepon genggam dan kartu identitas diri.

Selain itu, terdapat benda berupa tabung helium beserta selang mengarah ke kantong plastik yang membungkus kepala korban serta sepucuk surat wasiat berbahasa Inggris.

“Ada handphone, dompet korban, dan tabung helium. Suratnya berbahasa Inggris,” ujar Ahmad Yani kepada wartawan di Sidoarjo, Minggu (5/11).

Ahmad Yani menyebut surat berbahasa Inggris itu ditujukan kepada orang tua, sahabat dan orang dekat korban. Namun, Yani enggan mengungkapkan isi surat tersebut lantaran masih diselidiki.

“Bahasa Inggris pokoknya, masih bingung ini,” terang Ahmad Yani.

Hingga kini polisi belum memastikan penyebab kematian CA karena autopsi jenazah korban masih berlangsung.

“Nunggu autopsi dulu, belum tahu penyebab meninggalnya korban,” pungkas Ahmad Yani.

Terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair Prof. Dr. Murni Lamid mengaku terkejut dengan kabar duka yang terjadi pada mahasiswinya tersebut.

“Saya cukup kaget dan deg-degan ini tadi. Saya nangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak dan kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali,” ujar Murni.

Murni mengatakan bahwa CA saat ini sedang menjalani program pendidikan dokter hewan, yaitu program co-asistensi dan sekarang akan memasuki pada divisi.

Menurut Murni, korban CA dikenal memiliki kepribadian yang baik dan mempunyai banyak teman serta sahabat.

CA juga berada di kelompok 41, yang pada Senin (6/11) akan menjalani program co-asistensi di divisi parasitologi.

“Saya dapat berita dari keluarganya bukan dari polisi. Katanya di rumah sakit (kamar jenazah) itu tidak ada siapa-siapanya, cuma dua orang tante dan om, kemudian satu dosen dari kampus, sedangkan yang lainnya tidak ada,” tandas Murni.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan