33 C
Tangerang Selatan
Jumat, Mei 29, 2026

Sadis, Mertua Bunuh Menantu yang Hamil 7 Bulan

Rekomendasi

RADARTANGSEL –  Khoiri alias Satir (52) tega membunuh menantunya, Fitria Almuniroh Hafidloh Dinayah (23) yang tengah hamil 7 bulan. Peristiwa itu terjadi di rumah mereka di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (31/10).

Pembunuhan itu pertama kali diketahui suami korban atau anak pelaku bernama M Sueb Wibisono sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu dia baru pulang kerja, namun saat masuk ke rumah pintunya terkunci.

Sueb mengintip dari jendela dan melihat ayahnya sedang duduk di kursi di dalam rumah. Sueb yang curiga, kemudian berusaha membuka pintu dan berhasil masuk ke dalam rumah. Pelaku yang melihat Sueb masuk rumah, langsung melarikan diri.

Fitria tengah hamil 7 bulan saat dibunuh mertuanya. Janin di dalam kandungan Fitria ikut tewas dalam peristiwa tersebut.

“Anak yang dikandung korban dinyatakan tidak selamat oleh tim medis atau ikut meninggal dunia. Sehingga langsung dimakamkan,” kata Waka Polres Pasuruan, Kompol Hari Aziz, Rabu (1/11).

Fitria dan bayinya dimakamkan bersama di pemakaman umum setempat di Dusun Blimbing, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Rabu (1/11/2023) pukul 03.00 WIB dini hari.

Aziz mengatakan pengecekan kondisi bayi di dalam perut Fitri dilakukan di Puskesmas Purwodadi melalui alat USG.

“Meninggalnya bayi dalam kandungan korban melalui cek USG, tidak dioperasi,” katanya.

Polisi beberkan kondisi Khoiri alias Satir (52) yang membunuh menantu perempuannya, Fitria Almuniroh Hafidloh Diniyah (23). Dia dalam kondisi sadar saat menggorok pisau dapur ke leher korban.

“Pelaku saat membunuh korban dalam kondisi sadar dan tidak dalam pengaruh minuman keras beralkohol,” jelas Waka Polres Pasuruan, Kompol Hari Aziz, Rabu (1/11).

Bahkan, polisi pun mengungkapkan, sebelum membunuh korban pelaku lebih dahulu mandi.

“Bahkan saat itu dia baru mandi,” bebernya.

Khoiri mengaku membunuh menantunya yang sedang hamil 7 bulan itu karena lapar dan tidak disiapkan makanan.

Hal tersebut diungkapkan Khiori kepada polisi saat pertama kali diamankan ke Polsek Purwodadi, Polres Pasuruan, usai insiden pembunuhan, Selasa (31/10).

“Alasannya pelaku saat itu lapar,” kata Kapolsek Purwodadi, Polres Pasuruan, AKP Pujianto, Rabu (1/11).

Namun, kata Pujianto, alasan tersebut diragukan oleh anak pelaku yang juga suami korban, yakni M. Sueb Wibisono (31).

“Hal itu dibantah oleh anak pelaku atau suami korban yang bernama Sueb. Sueb menerangkan istrinya itu peduli. Selalu memasak makanan, tidak pernah sampai kelaparan,” kata Pujianto.

Menurut keterangan Sueb, dua hari sebelum kejadian, ayahnya itu kerap marah-marah. Namun dia tidak tahu apa yang menyebabkan ayahnya itu menjadi temperamental.

“Pengakuan anaknya (Sueb), pelaku akhir-akhir ini tiap malam suka marah-marah,” ucapnya.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan