31.8 C
Tangerang Selatan
Minggu, Oktober 1, 2023

Penambang Ilegal di Banyumas Hilang di Lahan Galian

Rekomendasi

RADARTANGSEL –  Beberapa minggu terakhir beredar kabar terkait dengan 8 penambang emas ilegal di lubang galian Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Banyumas. Kronologi kejadiannya adalah diawali dengan pelaporan 8 penambang emas yang terjebak di galian tambang emas.

Para penambang emas sudah bekerja sejak Selasa, 25 Juli 2023 pukul 20.00 WIB. Namun, dua jam setelah melakukan penggalian, adanya informasi bahwa air sudah mengalir dari lokasi yang ada di sebelahnya.

Pada esok harinya pukul 07.00 WIB, warga melaporkan kejadian tersebut kepada polisi dan kejadian ini diurus oleh Kapolresta Banyumas, Kombes Edy Suranta Sitepu. Setelah mendengar laporan warga, Edy dan tim lainnya, yaitu tim SAR dari gabungan Basarnas, Koramil, dan BPBD Banyumas segara melakukan evakuasi. Pada proses evakuasi ini pun menyulitkan tim karena pelaksanaan evakuasi yang harus terjebak air.

Setelah melakukan usaha evakuasi, nyatanya, upaya pencarian tidak menemukan hasil. Para penambang dinyatakan hilang. Hal tersebut menunjukkan bahwa 8 orang penambang yang terjebak tidak dapat diselamatkan sehingga tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian.

Operasi pencarian yang berakhir dijadikan sebagai momen untuk pemasangan prasasti atau nisan dengan nama kedelapan korban. Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah tabur bunga yang dilakukan oleh petugas, warga, dan keluarga korban yang sebelumnya telah menggelar salat jenazah di lokasi tambang.

Kasus penambangan ilegal bukanlah hal yang baru terjadi di Indonesia. Menurut Kapolresta Banyumas Kombes Edy Suranta Sitepu di lokasi, masyarakat sebenarnya tidak diperbolehkan menambang dengan proses penambangan yang jauh dari kaidah keselamatan dan berbahaya.

Namun, sebenarnya, delapan orang penambang tersebut bekerja dengan pemodal tambang emas lainnya dengan inisial DR (40). Peristiwa tersebut dapat dikatakan miris karena pekerjaan yang riskan dengan bahaya, tetapi harus dilakukan secara ilegal.

Tambang emas memang sangat menggiurkan. Namun, jika pengerjaannya dilakukan secara ilegal, hal tersebut akan memiliki berbagai konsekuensi negatif. Penambangan ilegal berdampak buruk pada kerusakan lingkungan karena penambangan emas ilegal sering kali dilakukan tanpa memperhatikan praktik-praktik penambangan berkelanjutan atau perlindungan lingkungan.

Ini dapat menyebabkan deforestasi, pencemaran air, kerusakan habitat alami, dan degradasi tanah. Selain itu, konsekuensi lainnya adalah kondisi proses yang tidak layak bagi para penambang. Meskipun pada pandangan awal penambangan emas ilegal mungkin terlihat sebagai peluang ekonomi bagi warga miskin, dampak jangka panjangnya sering kali merugikan mereka lebih dari pada memberi manfaat.

Kurangnya regulasi dan pengawasan dapat mengakibatkan kecelakaan serius dan masalah kesehatan bagi pekerja. Tidak hanya terkait dengan lingkungan dan keselamatan kerja, penambangan emas ilegal pun sebenarnya melanggar hukum dan peraturan penambangan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini dapat merugikan negara dalam hal pendapatan yang seharusnya diperoleh dari pajak dan royalti pertambangan.

Para penambang emas ilegal yang tertarik untuk menjadi penambang emas ilegal karena potensi mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Harga emas yang tinggi bisa menjadi insentif yang kuat. Namun, sebenarnya mereka dihantui risiko dampak negatif yang terkait.

Biasanya, para penambang emas ilegal berasal dari masyarakat yang hidup dalam kondisi kemiskinan dan memiliki sedikit akses terhadap peluang ekonomi formal. Mereka sering kali melihat penambangan emas ilegal sebagai peluang untuk mendapatkan pendapatan walaupun hal tersebut berada di luar kerangka hukum.

Selain itu, di beberapa daerah, contohnya perdesaan, penduduk tidak memiliki pilihan pekerjaan formal yang layak mungkin terbatas. Penambangan emas ilegal bisa menjadi satu-satunya opsi yang tersedia bagi warga untuk mencari nafkah.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini