RADARTANGSEL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur menyabet berbagai penghargaan bergengsi dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi itu didapatkan oleh Lapas yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat tersebut pada hari ulang tahun (HUT) BNPT ke-13 yang jatuh pada hari ini Jumat 28-7-2023.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BNPT Komjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada Kalapas Narkotika Gunung Sindur Riko Stiven di The Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (28/7).

Kalapas Narkotika Gunung Sindur Riko Stiven mengatakan, pada puncak perayaan HUT BNPT ke-13 Direktur Jenderal Permasyarakatan (Dirjenpas) Reynhard Silitonga juga menerima penghargaan.
“Bapak Dirjenpas menerima penghargaan ‘BNPT RI Awards sebagai Mitra Pelaksana Deradikalisasi dalam Lembaga Pemasyarakatan’,” ujar Riko, usai kegiatan.
Riko menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut pihaknya mendapatkan tiga penghargaan dari dua kategori perlombaan yang diadakan oleh BNPT RI.
“Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur memenangkan 3 penghargaan dari 2 kategori perlombaan, yakni lomba menyanyi lagu nasional dan lagu daerah serta pidato kebangsaan,” kata Riko.
Riko menjelaskan, pada lomba menyanyi lagu nasional dan daerah pihaknya mendapatkan juara 1 (satu). Sementara, untuk lomba pidato kebangsaan mendapatkan juara 1 dan juara harapan 1.
“Pada perlombaan di HUT BNPT ke-13 ini, Lapas Narkotika Gunung Sindur menghadirkan peserta dari narapidana terorisme (napiter). Alhamdulillah mendapatkan juara,” ujar Riko.
Kendati demikian, Riko tak menampik bahwa prestasi bergengsi tersebut tak lepas dari sinergitas yang baik antara pimpinan dan jajaran maupun WBP di Lapas yang ia pimpin.

Kalapas murah senyum itu menyatakan, penghargaan dari BNPT tersebut akan dijadikan motivasi untuk lebih baik lagi dalam pembinaan dan pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Di lain sisi, pria asal Yogyakarta tersebut berpesan kepada para WBP untuk terus aktif dan semangat mengikuti seluruh program pembinaan yang telah ditetapkan oleh Lapas tempatnya mengabdi tersebut.
Terakhir, Riko mengajak seluruh jajarannya dan para WBP untuk menjadikan Lapas Narkotika Gunung Sindur sebagai rumah bersama yang aman, nyaman dan tertib serta damai.
“Mari bersama-sama kita jadikan Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur semakin profesional untuk Indonesia maju,” pungkas Riko seraya menjelaskan bahwa kondisi Lapas kondusif.
