34.1 C
Tangerang Selatan
Kamis, Mei 14, 2026

Nilai Ekspor dan Impor Diklaim Naik, Begini Respons Pj Gubernur Banten

Rekomendasi

RADARTANGSEL– Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, peningkatan nilai ekspor dan impor di Provinsi Banten merupakan hasil kerjasama semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan para pelaku usaha.

“Itu kita maknai sebagai bagian dari kinerja  bersama kita dan ada hubungannya dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah ini,” ungkap Al Muktabar.

Hal itu dia katakan saat merespons Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten yang mencatat perkembangan nilai ekspor Provinsi Banten Mei 2023 mengalami kenaikan sebesar 27,61 persen dibanding bulan sebelumnya, yakni dari US$0,88 miliar menjadi US$1,12 miliar.

“Karena dari parameter-parameter yang secara teknis terjadi spesifik berdasarkan sektornya itu kita banyak mengalami peningkatannya,” ujar Al Muktamar di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Rabu (5/7).

Dengan hal tersebut, kata Al Muktabar, membuktikan pertumbuhan ekonomi terus mengalami peningkatan. Lantaran ekspor dan impor merupakan parameter ekonomi yang sangat penting.

Terlebih hal itu menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo untuk dapat mengingkatkan pertumbuhan ekonomi.

“Pemerintah Daerah terus mengupayakan dari kemudahan berusaha, kemudian hal lain yang Self development sebagai daya dukung kita dalam agenda investasi, tata niaga ekspor dan impor. Itu terus kita upayakan,” katanya.

Meski demikian, Al Muktabar berharap dengan capaian tersebut dapat menjadi semangat kedepannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan dan mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.

“Jadi langkah-langkah yang terus bergulir secara baik ini menandakan progress kita, ke depan itu harapannya akan terus semakin baik,” tandasnya.

Berdasarkan data BPS Provinsi Banten, nilai ekspor menurut pelabuhan muatnya yang berada di Provinsi Banten pada Mei 2023, diantaranya Pelabuhan Merak US$ 9,06 juta, Pelabuhan Tanjung Leneng US$ 53,09 juta, Pelabuhan Cigading US$ 101,87 juta.

Bandara Soekarno-Hatta US$ 24,96 juta. Sedangkan yang dari luar Banten mencapai US$ 932,48 juta yang terdiri dari Pelabuhan Tanjung Priok US$ 930,27 juta dan pelabuhan lainnya mencapai US$ 2,21 juta.

Sebelumnya, Al Muktabar menyampaikan bahwa Pelabuhan Merak pada saat pertama kali dioperasikan guna menunjang aktivitas perekonomian Hindia Belanda kala itu.

Posisinya yang sangat strategis karena menghubungkan dua pulau yang besar yakni Jawa dan Sumatera. Selain itu, Pelabuhan Merak menunjang kegiatan seperti ekspor dan impor barang dari Indonesia ke luar negeri.

Menurut Al Muktabar, Provinsi Banten juga terus melakukan upaya-upaya dalam menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, diantaranya dengan memberikan fasilitas dan kemudahan kepada para calon investor.

Terlebih, ujar Al Muktabar, Provinsi Banten telah memiliki beberapa fasilitas yang digunakan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik dalam meningkatkan nilai ekspor dan impor.

Di antaranya, mulai dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Pelabuhan Cigading dan pelabuhan lainnya.

Tidak hanya itu, Provinsi Banten juga saat ini memiliki akses jalan tol, di antaranya jalan tol Jakarta-Merak, jalan tol Serang-Panimbang, serta memiliki akses jaringan Kereta Api.

 

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan