RADARTANGSEL– Bencana alam berupa tanah longsor di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, meninggalkan duka bagi para korban.
Akibat bencana tersebut, puluhan orang dikabarkan meninggal dunia. Selain itu, ribuan warga pun dilaporkan harus mengungsi ke tempat aman.
Hingga saat ini, pencarian terhadap korban yang belum ditemukan terus berlanjut. Tim SAR gabungan dengan dibantu peralatan berat terus melakukan pencarian.
Kabar terbaru, tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban bencana tanah longsor di Kepulauan Riau tersebut.
Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin membenarkan penemuan dua jenazah tersebut.
“Ya, dua jasad lagi ditemukan Tim SAR kemarin,” kata Achmad Daniel Chardin di Medan, Sumut, Senin (13/3).
Kedua jenazah itu, kata Achmad, masing-masing berjenis kelamin laki-laki dan perempuan yang langsung dilakukan proses identifikasi.
Hasil identifikasi menyebut jenazah laki-laki atas nama Rendra (15), dan perempuan bernama Ken Wahyu Rantri (27), yang keduanya warga Desa Pangkalan.
“Dua jenazah itu, merupakan korban di hari ketujuh pencarian korban yang sebelumnya dinyatakan hilang,” terang Achmad.
Achmad mengungkapkan, hingga akhir pekan lalu korban meninggal tercatat 46 orang, dan seorang jenazah di antaranya belum teridentifikasi.
Diketahui, peristiwa tanah longsor Pulau Serasan ini akibat cuaca ekstrem, sehingga lereng perbukitan longsor di Desa Pangkalan, Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, Senin (6/3).
Jumlah pengungsi akibat bencana tanah longsor di pulau terluar ini sebanyak 1.863 orang ditampung enam titik lokasi pengungsian di Pulau Serasan, Natuna.
Tercatat di Natuna, Kepulauan Riau, hingga Senin (13/3) pukul 6.00 WIB, ditemukan 46 jenazah, dan delapan warga Desa Pangkalan masih dinyatakan hilang.
“Kalau korban luka berat empat orang. Tiga orang dirawat di Pontianak, Kalimantan Barat dan satu orang di Ranai, Natuna,” pungkas Achmad.
