27.5 C
Tangerang Selatan
Jumat, Mei 15, 2026

Lapor Polisi, HD Ngaku Putranya Jadi Korban Pembullyan di Ponpes Modern Sahid

Rekomendasi

RADARTANGSEL –  Seorang pria inisial HD mengaku anak laki-lakinya yang berinisial MA (15) menjadi korban pembullyan verbal maupun fisik ketika masih menjadi santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Sahid, Bogor.

Kasus tersebut akhirnya berujung ke ranah hukum. Pasalnya, HD yang tak terima dengan peristiwa yang menimpa anaknya itu membuat laporan ke Polres Bogor pada Kamis (2/3) petang.

Laporan terkait “Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur” tersebut, tertuang jelas dalam Laporan Polisi dengan register No. Pol: STBL/B/387/III/2023/JBR/RES BGR. Tanggal 02 Maret 2023.

HD melalui kuasa hukumnya yakni Dedy Dwi Yuliantyo mengatakan, akibat pembullyan tersebut MA harus dirawat di Rumah Sakit (RS) serta mengalami trauma berat hingga sempat mendatangkan psikolog.

Dedy menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal pada 5 Februari 2023 ketika MA mengalami demam tinggi saat di Ponpes Modern Sahid serta langsung diambil oleh orang tuanya untuk dirawat di RS.

Saat dirawat di RS, kata dia, kondisi MA sempat membaik dan bisa dibawa pulang. Namun, lanjut Dedy, sesampainya di rumah MA kembali demam tinggi dan menjadi pendiam (ling-lung) hingga akhirnya kembali dilarikan ke RS.

“Saat ini MA sudah keluar dari RS dan ikut bibinya di Bandung untuk trauma healing,” kata Dedy kepada media ini usai mendampingi klien-nya membuat laporan polisi di Polres Bogor, Kamis (2/3).

Menurut Dedy, anak kandung klien-nya tersebut selain mengalami pembullyan secara verbal juga mengalami kekerasan fisik dari sesama santri baik yang satu kamar pun tetangga kamar.

“Ditanyain orang tua atau pun keluarga hanya diam dan ketakutan. MA hanya mau bicara atau nyaman dengan bibi-nya dan mau menjelaskan kasus pembullyan yang menimpanya. Itu pun tidak sekaligus, secara perlahan-lahan,” beber Dedy.

Dedy mengungkapkan, MA saat di Ponpes Modern Sahid mengaku selain dibully dengan kata-kata tidak pantas juga pernah mengalami tindakan yang mengarah ke pelecehan seksual oleh sesama santri.

“MA ini mengaku dipelorotkan celana-nya oleh pelaku di depan santri-santri lainnya. Selain itu, MA juga pernah disuruh jongkok serta ditendang oleh pelaku,” terangnya

“Saat ini kondisi MA benar-benar trauma. Saking parahnya, mendengar nama Ponpes Modern Sahid saja langsung drop mental dan kesehatannya,” imbuh alumni PPRA Lemhannas RI Tahun 2021 tersebut.

Selain itu, Dedy menjelaskan bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi pihak Ponpes Modern Sahid ihwal pembullyan tersebut untuk menentukan langkah-langkah hukum bagi anak klien-nya.

Menurut dia, dalam kasus tersebut pihaknya menduga ada dua pelaku yang telah melakukan pembullyan verbal maupun kekerasan fisik terhadap MA.

Pria yang juga berprofesi sebagai Konsultan Pajak, Dosen, Kurator dan Auditor tersebut menilai, tak menutup kemungkinan jumlah pelaku pada kasus pembullyan tersebut akan bertambah.

“Kasus pembullyan ini sudah kami bawa ke ranah hukum disebabkan terjadi di lingkungan pendidikan dan korban-nya juga masih di bawah umur. Agar tidak timbul korban-korban lainnya,” terangnya.

“Kami sudah buat Laporan Polisi di Polres Bogor pada Kamis (2/3) kemarin. Laporan terkait “Kekerasan Terhadap Anak di Bawah Umur” yang menimpa ananda MA dengan terlapor dua orang,” tandasnya.

Sementara, HD mengaku sangat kecewa terhadap kejadian yang menimpa putra kesayangannya tersebut. Dia menegaskan, akan memperjuangkan keadilan bagi anaknya.

“Saya hanya menuntut keadilan untuk anak saya,” pungkas HD kepada wartawan media ini berapi-api, usai membuat Laporan Polisi di Polres Bogor, Jawa Barat.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan