26.5 C
Tangerang Selatan
Sabtu, Mei 30, 2026

Kasus Covid-19 Naik Lagi di Eropa dan Amerika

Rekomendasi

RADARTANGSEL –  Kasus infeksi COVID-19 merayap naik di sejumlah negara seperti Amerika Serikat (AS). Badan kesehatan bahkan mengeluarkan peringatan bahwa gelombang infeksi baru mungkin telah menyebar di Eropa pada Rabu (12/10).

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC) dan WHO merilis data terkait. Mereka menjelaskan, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 masih mendominasi angka infeksi. Tetapi, subvarian Omicron yang lebih baru pun sudah mulai berkembang biak.

“Meskipun kita tidak berada di posisi yang sama dengan satu tahun yang lalu, jelas bahwa pandemi COVID-19 masih belum berakhir,” tulis pernyataan bersama Direktur WHO Eropa, Hans Kluge, dan Direktur ECDC, Andrea Ammon, dikutip dari Reuters, Jumat (14/10).

“Sayangnya kami melihat indikator meningkat lagi di Eropa, menunjukkan bahwa gelombang infeksi lain telah dimulai,” lanjut dia.

Jumlah kasus mingguan meningkat di Eropa sejak September. Data WHO menunjukkan, Eropa mencatat peningkatan kasus COVID-19 sampai lebih dari 1,5 juta dalam sepekan hingga 2 Oktober. Angka tersebut menandai peningkatan 8 persen dari pekan sebelumnya.

Padahal, tes corona tengah menurun secara drastis dalam kawasan itu. Dari keseluruhan kasus, 400.000 berasal dari Jerman dan hampir 265.000 berasal dari Prancis. Peningkatan dalam kasus rawat inap akibat corona juga meningkat di Belgia, Inggris, dan Denmark.

“Ada peningkatan di sebagian besar negara di Eropa, tentu saja di Jerman dan Italia,” terang spesialis penyakit menular pediatrik di NYU Langone, Jennifer Lighter, dikutip dari TODAY.

Dilansir Politico, Denmark sedang bersiap melewati musim dingin tanpa pembatasan terkait corona. Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke, berharap dapat menghindari lockdown. Pihaknya bergantung pada booster baru, kekebalan populasi, dan uji air limbah.

Sebagaimana Denmark, Inggris menyediakan booster versi terbaru pula. Tetapi, vaksin tersebut hanya tersedia untuk kelompok tertentu, seperti orang tua dan orang yang memiliki imundefisiensi.

Sebagian warga juga menolak mendapatkan vaksinasi booster. Sebab, mereka mengira bahwa vaksinasi utama atau pengalaman infeksi corona dapat membuat mereka menjadi kebal terhadap virus.

Diberitakan The Guardian, sekitar 857.400 orang di Inggris lantas terinfeksi corona selama pekan yang berakhir pada 17 September. Angka tersebut melonjak dari 766.500 orang yang tercatat pada pekan sebelumnya. Peningkatan infeksi serupa juga tercermin di Wales.

Jumlah rawat inap akibat corona turut meningkat hingga 32 persen selama pekan yang berakhir pada 4 Oktober di Italia. Selama periode itu, Italia mencatat hampir 45.000 kasus infeksi baru COVID-19.

Institut Robert Koch di Jerman (RKI) pun melaporkan 598,1 infeksi per 100.000 orang dalam sepekan pada (10/10). Jumlah pasien corona dalam ICU di seluruh negeri juga meningkat hampir 50 persen. Pekan sebelumnya, Jerman mencatat 996 kasus infeksi corona di ICU.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan