RADARTANGSEL – Keakraban Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, putrinya sekaligus Ketua DPP Puan Maharani, dan Ketua Umum Prabowo Subianto saat selfie di HUT ke-77 RI menuai sorotan. Momen tersebut dinilai menjadi sinyal kedua parpol tersebut berpotensi berkoalisi di 2024.
PKB, yang telah sepakat membentuk koalisi dengan Gerindra, berkomentar soal sinyal koalisi ini. Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengungkap bahwa tak tertutup kemungkinan pihaknya akan berkomunikasi dengan PDIP soal koalisi.
“Kalau kita bicara koalisi terserah Pak Prabowo dan Gus Muhaimin kan itu. Kalau berpegang pada hasil koalisi,” kata Jazilul di Gedung DPR, Senayan, Kamis (18/8).
Kendati demikian, ia menekankan pihak yang ingin berkoalisi harus mengikuti kesepakatan PKB dan Gerindra. Bukan menarik salah satu pihak untuk membentuk koalisi baru.
“Datanglah ke situ. Enggak usah datang ke PKB atau ke Gerindra. Iya, dua tokoh itu aja cukup. Itu poinnya supaya enggak tersesat,” ujar dia.
Jazilul memastikan penjajakan koalisi akan terus dilakukan untuk mencari partai baru yang untuk bergabung ke PKB dan Gerindra. Hingga saat ini, ada dua partai yang sudah intens berkomunikasi, meski ia enggan mengungkap partai tersebut.
Ia hanya memastikan, siapa pun yang berniat berkoalisi dengan PKB dan Gerindra pasti berdialog dengan Cak Imin atau Prabowo.
“Komunikasi kan ada terus, tapi pola masuknya enggak tahu. Karena di poin nomor 4 [piagam kesepakatan PKB-Gerindra] mestinya lapor Pak Prabowo, Pak Muhaimin,” ujarnya.
“Karena PKB memberi mandat ke Pak Muhaimin, Gerindra ke Prabowo. Kalau mau bergabung ya berarti ketemu dua orang itu,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengungkap pihaknya menargetkan ada parpol yang bergabung dengan koalisi PKB-Gerindra pada akhir tahun.
“Saya belum bisa buka sekarang, nanti kalau dibuka enggak jadi masuk,” kata Cak Imin di Gedung DPR RI, Selasa (16/8).
“Sudah ada dua partai yang intensif, moga-moga positif, moga-moga jadi. Kalau disebutkan, bahaya,” imbuh dia.
