RADARTANGSEL – Otoritas Amerika Serikat (AS) mengatakan, pihaknya tidak ingin sanksi yang diberikan atas operasi militer khusus Rusia di Ukraina turut merugikan warga negara Rusia itu sendiri.
Pernyataan ini disampaikan oleh wakil juru bicara utama untuk Kementerian Luar Negeri AS, Vedant Patel.
Ia merujuk pada usulan Ukraina yang baru-baru ini meminta negara anggota G7 untuk berhenti mengeluarkan visa bagi semua warga negara Rusia.
“Tentang larangan visa, kami sudah sangat jelas bahwa kami bermaksud agar tindakan (sanksi) kami tidak merugikan atau berdampak secara signifikan pada penduduk Rusia. Bukan itu yang menjadi ketidaksepakatan kami dalam hal ini,” kata Patel, seperti dikutip dari TASS.
Sebelumnya, pada awal pekan ini Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, negara-negara Barat harus menutup perbatasan negaranya bagi semua warga negara Rusia.
“Orang Rusia harus hidup di dunia mereka sendiri sampai mereka mengubah filosofi mereka,” kata Zelensky dalam sebuah wawancara dengan kantor berita The Washington Post, pada Selasa (9/8).
Pernyataan Zelensky kemudian didukung oleh pemimpin negara Eropa lainnya, seperti Finlandia dan Estonia.
Perdana Menteri Estonia, Kaja Kallas, pada gilirannya menyerukan negara-negara Uni Eropa untuk menghentikan pemberian visa Schengen bagi warga Rusia.
“Mengunjungi Eropa adalah hak istimewa, bukan hak asasi manusia dan ini adalah waktu untuk mengakhiri pariwisata dari Rusia sekarang,” kata Kallas, pada Selasa (9/8).
Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Finlandia menyatakan pihaknya dapat memberlakukan pembatasan apabila ada warga Rusia menggunakan visa yang dikeluarkan Finlandia untuk bepergian ke negara Eropa lainnya.
Kebijakan itu diambil atas imbas dari operasi militer khusus Rusia yang hingga kini masih dilakukan di Ukraina.
“Tidak benar bahwa sementara Rusia melancarkan perang agresi yang agresif dan brutal di Eropa, orang Rusia dapat hidup normal, bepergian di Eropa, menjadi turis,” kata Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin, pada Senin (8/8).
Moskow menanggapi semua seruan negara Barat itu dengan pasif-agresif. Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, tidak ada gunanya mencoba mengisolasi Rusia beser warganya.
“Beberapa negara melupakan segalanya karena sikap yang tidak bersahabat dengan Moskow,” kata Peskov.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengecam pernyataan-pernyataan itu dengan pedas.
Ia mengatakan, inisiatif dan permintaan untuk melarang orang-orang Rusia mengunjungi Eropa mengingatkannya pada tindakan Pemimpin Jerman Nazi di Perang Dunia II, Adolf Hitler.
