RADARTANGSEL – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Andi Widjajanto secara resmi membuka Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) 64 di Ruang Dwi Warna Purwa Gedung Pancagatra Lemhannas RI, Jakarta, pada Selasa (22/03).
PPRA 64 akan dilaksanakan selama 7 bulan, mulai tanggal 22 Maret sampai dengan 18 Oktober 2022 dengan jumlah 100 peserta yang terdiri dari berbagai latar belakang, antara lain, Lembaga Negara sebanyak 12 orang, Kementerian sebanyak 9 orang.
Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sebanyak 9 orang, Partai Politik sebanyak 3 orang, DPR RI sebanyak 1 orang, Organisasi Kemasyarakatan sebanyak 8 orang, Badan Usaha sebanyak 4 orang, TNI sebanyak 40 orang, dan Polri sebanyak 15 orang.
“Saya ucapkan selamat menjadi peserta pendidikan reguler 64 Lemhannas, selamat menjadi keluarga kami di Lemhannas. Kami adalah kolega, kami adalah teman sahabat, kami adalah saudara bagi Ibu Bapak sekalian,” kata Andi Widjajanto, dalam sambutannya.
Andi Widjajanto mengungkapkan, selama tujuh bulan ke depan Lemhannas RI akan berusaha mendampingi dan melayani para peserta, sehingga kualitas kepemimpinan strategis yang didapatkan tidak hanya dapat diaplikasikan untuk organisasi, negara, dan bangsa, tetapi juga secara global.
“Tugas kami, saya sebagai Gubernur, Bapak Sugeng sebagai Deputi, nanti ada Deputi yang lain, adalah melayani Ibu Bapak sekalian, sehingga 7 bulan disini Ibu Bapak benar-benar mendapatkan bekal, mendapatkan pemahaman untuk menjadi pemimpin strategis dalam 3, 4 tahun ke depan,” ujar Andi.
Andi menyarankan, para peserta untuk memahami ciri khas karakter pendidikan kepemimpinan di Lemhannas. Para peserta harus mulai memahami makna bunga seroja dalam logo Lemhannas.
Dia menjelaskan, Bunga seroja kelopak lima dengan bintang nur cahya di atasnya, memiliki delapan warna, dengan moto Tanhana Dharma Mangrva di bawahnya. Jika disatukan maka akan terbaca “Seroja Tanhana Dharma Mangrva Bhinneka Tunggal Ika Mitreka Satata”.
“Kalau dilengkapkan, kita membacanya Seroja Tanhana Dharma Mangrva Bhinneka Tunggal Ika Mitreka Satata, itu lengkap pahami artinya. Pahami kenapa warna Lemhannas itu bukan ungu, tapi lembayung,” terang Andi.
Dalam kesempatan itu, Andi juga berpesan kepada para peserta untuk selalu menjaga marwah dan kewibawaan Lemhannas serta menampilkan kajian dan karakter kepemimpinan yang memang sudah menjadi level pemimpin strategis.
Selama menjalani pendidikan, para peserta diharapkan dapat menjalankan 5 hal yang disampaikan Gubernur Lemhannas RI. Pertama, para peserta harus menyadari bahwa sebentar lagi akan menjadi pemimpin strategis. Kedua, pemimpin strategis yang dicetak adalah warna lembayung.
“Lembayung artinya ketenangan dalam bertindak. Situasi mau sekeras apapun, dalam kondisi krisis apapun ingat lembayung, ketenangan dalam bertindak,” beber Andi.
Kemudian hal yang ketiga, para peserta harus bisa mendapatkan kaidah-kaidah untuk membuat kebijakan. Keempat, para peserta perlu mengembangkan jejaring mulai dari diri sendiri, tim, organisasi, masyarakat, dan bangsa.
“Terakhir, munculkan kewaspadaan dengan terus menerus memperdalam pengetahuan, pengalaman, dan naluri strategis,” pungkas Andi Widjajanto. (BD)
