RADARTANGSEL – Polres Metro Depok menangkap enam anggota gangster yang menyerang dan melukai warga di Jl Pitara Siwagandu, Cagar Alam, Pancoran Mas, Depok, pada Minggu (6/3) dinihari lalu.
Saat ini, petugas masih mengejar tiga pelaku lain yang diduga melakukan pembacokan warga tersebut.
Kasatreskrim Polres Metro Depok, AKBP Yogen Heroes Baruno mengatakan, awalnya salah satu pelaku ditemukan di rumah sakit karena terluka. Dari sana, tim melakukan pengembangan.
“Karena ada satu pelaku juga yang menjadi korban dan bertemu di rumah sakit. Nah itulah yang jadi dasar pengembangan,” kata Yogen Heroes, dalam keterangannya, Selasa (8/3).
Dalam pemeriksaan diketahui ada empat pelaku kedapatan membawa senjata tajam, sedangkan dua pelaku diduga menjadi dalang pembacokan.
“Akhirnya kami amankan enam pelaku penyerangan. Yang lainnya masih kami kejar, kami dapatkan 15 nama di TKP dari kelompok tersebut,” terangnya.
Dari hasil pendalaman, dari 15 nama yang dikejar itu ada tiga pelaku lain yang diduga melakukan pembacokan. Mereka kini tengah diburu Polres Metro Depok.
Yogen mengatakan, pembacokan ini terjadi dalam aksi tawuran di lokasi tersebut. Namun, karena kalah jumlah mereka melarikan diri dan melintasi TKP.
“Di situ ada warga yang berkumpul kemudian beberapa warga mencoba mengamankan pelaku yang lewat karena membawa senjata tajam. Kemudian pelaku membacok warga dan merusak lingkungan sekitar,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, tiga warga mengalami luka. Pelaku dijerat dengan pasal 170 KUHP tindak pidana pengeroyokan.
“Yang luka ada tiga orang, dua sudah dilakukan pemeriksaan dan satu menunggu kondisinya membaik. Pasal 170, (ancaman penjara) 5 tahun 6 bulan,” imbuhnya.
Sebelumnya, aksi anarkis komplotan anak muda terjadi pada Minggu (6/3) pukul 02.59 WIB. Tiga orang pemancing diserang sekelompok remaja di Situ Pitara Siwagandu Kavling Raya Cagar Alam, Pancoran Mas, Kota Depok. Korban masing-masing berinisial ISS (27), S (34), dan IA (44).
Kepala Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Depok, AKP Winam Agus mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Minggu (6/3). Para remaja anggota geng motor ini menyerang secara tiba-tiba dengan senjata tajam.
Secara tiba tiba gerombolan pengendara motor menghampiri mereka (ketiga korban) dan melakukan serangan,” ujar AKP Winam, Senin (7/3).
Menurut Winam Agus, ketiga korban saat itu baru pulang dari memancing. Saat memesan nasi uduk, tiba-tiba diserang gerombolan remaja yang mengendarai 10 sepeda motor. Mereka mengalami luka bacok.
“Mereka habis mancing Galatama ikan lele, kemudian singgah di toko umpan,” ucapnya.
Beruntung, lanjut Winam, ketiga korban berhasil menyelamatkan diri dari kebrutalan kelompok remaja tersebut.
Selain menyerang warga, mereka juga melakukan perusakan rumah dan mobil yang terparkir di pinggir jalan.
“Rumah warga banyak yang dirusak termasuk mobil, kaca belakang pecah diduga dilempar batu,” tandasnya. (BD)
