27.7 C
Tangerang Selatan
Selasa, Juli 14, 2026

Napi Kabur dari Lapas Narkotika Pangkal Pinang Diburu Petugas Gabungan

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Aparat Penegak Hukum  memburu Muslim bin Haririm, narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkal Pinang yang melarikan diri pada Minggu (13/2) lalu.

Usai pelarian, tim gabungan yang terdiri dari petugas Lapas Narkotika Pangkal Pinang, Polda Kepulauan Bangka Belitung, Polres Pangkal Pinang, BNN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dan BNNK Pangkal Pinang melakukan olah kejadian perkara.

Muslim bin Haririm merupakan narapidana yang dijatuhi pidana 7 tahun subsider 6 bulan dan denda Rp800.000. Baru menjalani sekitar 1,5 tahun masa pidana, warga Lampung Tengah itu kabur dari Lapas dengan cara memanjat tembok Lapas sekitar pukul 16.00 WIB di tengah kondisi hujan dan angin kencang.

Kepala Lapas Narkotika Pangkal Pinang, Sugeng Hardono mengatakan, tim gabungan yang dibentuk terus memburu keberadaan Muslim. Mereka meyakini pelarian Muslim belum terlalu jauh mengingat yang bersangkutan tidak mengantongi alat komunikasi dan tidak memiliki cukup uang.

“Kemungkinan besar masih di sekitar sini (Pangkalpinang) karena dia tidak bawa handphone dan uang. Pastinya langkahnya terbatas, kecuali ada yang membantu,” terang Sugeng dalam keterangannya, Senin (14/2).

Untuk itu, Sugeng mengimbau masyarakat segera melapor kepada pihak kepolisian atau Lapas dan Rumah Tahanan Negara terdekat jika melihat orang yang mirip dengan ciri-ciri Muslim sebagaimana telah dirilis pihak kepolisian.

Dia pun mengingatkan agar tidak ada masyarakat yang melakukan tindakan menentang hukum dengan membantu pelarian narapidana yang tengah diburu.

Menurut Sugeng, usai kaburnya narapidana ini, pihaknya meningkatkan serta memperkuat pengawasan dan pengamanan di Lapas Narkotika Pangkalpinang. Patroli rutin yang seharusnya dilakukan empat kali dalam sehari, kini ditingkatkan menjadi 6-8 kali.

Kaburnya narapidana ini juga menjadi bahan evaluasi bagi pihak Lapas. Meski Standar Operasional Prosedur pengamanan di Lapas dinilai cukup mumpuni, nyatanya masih ada celah bagi narapidana untuk melarikan diri.

“Yang jelas, kami mengambil hikmah. Mungkin selama ini kami merasa tembok setinggi tujuh meter itu tidak bisa dilewati, ternyata bisa. Artinya ke depan apa? Kami harus meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya. (BD)

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan