26.5 C
Tangerang Selatan
Minggu, Juli 21, 2024

Serangan Mabes Polri, IPW : Pukulan Telak yang Memalukan bagi Polri

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Ind Police Watc (IPW) menyoroti tajam peristiwa yang menyedot perhatian publik di negri ini yakni serangan di Mabes Polri yang terjadi beberapa hari lalu.

Ketua Presidium Ind Police Watch (IPW) Neta S Pane menyatakan, serangan teroris dari dalam Mabes Polri adalah pukulan telak yang sangat memalukan bagi jajaran kepolisian.

“Tapi anehnya hingga kini tidak ada tindakan tegas dari Mabes Polri tentang siapa pejabat kepolisian yang bertanggungjawab terhadap kebobolan itu,” ungkap pria yang akrab disapa Neta ini dalam siaran persnya yang dikirim ke Radartangsel.com via Salular, Sabtu (3/4).

Ind Police Watch (IPW) melihat, sudah tiga hari serangan teroris itu terjadi di Mabes Polri tapi tidak ada satu pun aparatur dan pejabat kepolisian yang ditindak sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kecerobohan hingga teroris bisa masuk ke Mabes Polri.

Menurut Neta, bisa lolosnya teroris ke jantung markas besar polri tak terlepas dari kecerobohan jajaran kepolisian dalam menjaga sistem keamanan di markas besarnya. IPW melihat sistem keamanan yang dibangun di mabes polri sebenarnya sudah cukup baik.

“Tapi konsistensi dalam menerapkan protokol keamanan itu yang tidak ada dan petugas penjaga cenderung ceroboh. Sehingga teroris terbiarkan masuk dan melakukan serangan dari dalam,” terang Neta.

Neta menilai, apa yang terjadi di mabes polri itu adalah pukulan telak buat kapolri Sigit yang baru menjabat. Di saat Sigit sibuk konsolidasi ke berbagai eksternal kepolisian, markas besarnya justru kebobolan diserang teroris dari dalam.

Ironisnya hingga kini tidak ada tindakan tegas yg dilakukan kapolri terhadap bobolnya sistem keamanan Mabes polri itu. Terbukti hingga kini tidak ada satu pun aparaturnya yang ditindak.

“Siapa pejabat polri yang harus bertanggungjawab atas bobolnya sistem keamanan Mabes Polri itu pun menjadi tidak jelas. Seolah kebobolan markas besar polri itu dari serangan teroris adalah hal biasa saja,” beber Neta.

Padahal, lanjut Neta, dengan terjadinya serangan teroris di Mabes Polri itu akan membuat publik menjadi krisis kepercayaan terhadap kepolisian.

“Publik akan bertanya, bagaimana polisi bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari serangan teroris wong menjaga markas besarnya saja tidak mampu,” risau Neta.

“Sebab itu Polri perlu mengkonsolidasikan diri dan menindak aparaturnya yang ceroboh agar kepercayaan publik tetap terbangun pada Polri,” pungkas Neta.

Sebelumnya, seorang terduga teroris berusaha menyerang area Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (31/3) sore.

Dari rekaman video kamera pengawas (CCTV), terlihat seseorang menggunakan hijab biru dan baju hitam berjalan masuk ke area Rupatama Mabes Polri.

Terduga teroris itu sempat berkeliling di dekat gedung sambil membawa senjata. Terlihat sejumlah personel kepolisian yang keluar dari gedung dan berlari masuk usai melihat terduga teroris itu mengacungkan senjata.

Tak lama dia tersungkur setelah terkena tembakan. Terduga teroris itu tak bergerak usai terkena tembakan. (BD).

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan