27.3 C
Tangerang Selatan
Kamis, Januari 15, 2026

Lapas Khusus Gunung Sindur Ikuti Panen Raya Serentak Kemen Imipas

Rekomendasi

RADARTANGSEL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIA Gunung Sindur turut berpartisipasi pada kegiatan “Panen Raya Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan” yang diselenggarakan serentak dan terpusat dari Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1).

Panen raya yang dipimpin oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Men Imipas), Agus Andrianto tersebut memanen hasil pertanian, perkebunan, peternakan, hingga perikanan dan diikuti oleh seluruh jajaran Kantor Wilayah serta UPT Pemasyarakatan se-Indonesia.

Sementara, di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat komoditas pangan yang dipanen di antaranya hasil pertanian berupa kangkung, sawi putih, serta hasil perikanan berupa ikan patin.

Kalapas Khusus Gunung Sindur, Wahyu Indarto menjelaskan, panen raya yang diikuti pihaknya itu merupakan bagian dari program ketahanan pangan nasional dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui sektor pertanian, perikanan yang produktif serta berkelanjutan.

Lapas Khusus Gunung Sindur Panen Raya Hasil Pertanian dan Perikanan (Foto Istimewa)

Menurut Wahyu, panen raya ini bukan hanya menjadi wujud pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial Pemasyarakatan terhadap sesama yang membutuhkan.

“Seluruh hasil panen ini disumbangkan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana alam di Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara,” terangnya.

Terakhir, Wahyu menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong Lapas agar tidak hanya menjadi tempat menjalani pembinaan, tetapi juga pusat pelatihan yang berkontribusi nyata.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Rizky Kesuma Putra menambahkan, pada panen raya serentak ini pihaknya memanen kangkung seberat 44 kilogram, sawi putih 60 kilogram, serta ikan patin seberat 40 kilogram.

Menurut pria kelahiran Bumi Sriwijaya (Palembang) itu, panen raya ini bukan sekadar memetik hasil tanaman, tetapi juga memanen nilai disiplin, tanggung jawab, dan harapan baru bagi WBP Lapas Khusus Gunung Sindur.

“Melalui beragam pembinaan yang telah kami berikan, semoga bisa menjadi bekal keterampilan yang bisa dimanfaatkan oleh WBP setelah bebas nanti,” kata Rizky didampingi para pejabat struktural, serta staf Giatja Lapas Khusus Gunung Sindur.

Berita Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini

escort bayan sakarya Eskişehir escort bayan