Penutupan Situ Gintung 3 yang berlokasi di Cireundeu, Ciputat. Foto: Radar Tangsel

RADARTANGSEL – Warga yang bermukim di sekitar bendungan Situ Gintung Tangerang Selatan (Tangsel) merasa khawatir dengan beralih fungsinya kawasan hulu Situ Gintung (Pulau Situ Gintung) dari areal terbuka hijau menjadi kawasan cluster/perumahan.

Wakidi, Ketua RW 08 Kelurahan Cirendeu mengatakan, warganya merasa khawatir terjadinya perubahan Situ Gintung menjadi kawasan perumahan berpotensi menimbulkan bencana.

“Masyarakat masih trauma dengan bencana jebolnya Situ Gintung pada tahun 2009 lalu. Ingatan ini masih membekas sampai saat ini,” ujar Wakidi dalam keterangannya kepada wartawan.

Pada peristiwa jebolnya Situ Gintung pada tanggal 27 Maret 2009, sedikitnya 300 rumah hancur tersapu air dan 100 jiwa melayang dalam bencana tersebut.

BACA JUGA :   Pemerintah Kota Tangerang Selatan dapat Bantuan Minyak Goreng

Perubahan fungsi lahan dari kawasan terbuka hijau menjadi perumahan yang saat ini terjadi di hulu atau Pulau Situ Gintung berpotensi membuat resapan air berkurang sehingga akan lebih banyak air masuk langsung ke Situ Gintung.

Menurut Wakidi, sebagian besar warganya menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Selain memorak-porandakan Perumahan Cirendeu Permai, jebolnya tanggul menyapu sebagian Kampung Poncol, serta merusak Fakultas Kesehatan dan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta.

“Pada peristiwa itu banyak warga saya yang menjadi korban dan sampai saat ini mereka masih trauma,” sambung dia.

Apalagi kata Wakidi, peraturan daerah sudah jelas melarang 50 meter dari bibir bendungan Situ Gintung dilarang membangun atau mendirikan bangunan. “Jika peraturan ini dilanggar bisa mengancam keselamatan warga kami,” ujarnya.

BACA JUGA :   Pantau Pospam Hari Raya, Benyamin: Berjalan sesuai Rencana

Media mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada Humas Pemkot Tangerang Selatan. Namun sayang pejabat terkait sedang tidak berada di tempat. Salah satu staf di bagian Diskominfo meminta untuk membuat daftar pertanyaan dan menunggu jawaban dari Kadis Kominfo.