Jumlah penjualan mobil listrik di dalam negeri saat ini sudah mulai bertumbuh meski angkanya masih relatif rendah. (foto: istimewa)

RADARTANGSEL – Belum lama ini, konsultan keuangan dan bisnis AlixPartners menginformasikan bahwa angka penjualan kendaraan listrik di dunia dapat mencapai hingga 33 persen secara global pada tahun 2028. Kemudian pada tahun 2035, angkanya merangkak lagi menjadi 54 persen karena permintaan yang meningkat di sebagian besar pasar utama.

Seperti yang dikutip Reuters, penjualan kendaraan listrik telah menyumbang kurang dari 8 persen dari total secara global pada 2021. Sedangkan hingga kuartal pertama 2022, angkanya sudah hampir mencapai 10 persen.

Angka tadi memang masuk akal. Sebab, sebelumnya, pada KTT perubahan iklim COP26 di Glasgow, negara Inggris dan beberapa negara lainnya berkomitmen untuk melarang penjualan mobil berbahan bakar minyak di negara maju pada tahun 2035 dan di negara berkembang pada 2040. Bahkan sudah ada 20 negara di dunia yang telah mengumumkan rencana untuk menghapus mobil berbahan bakar BBM lebih awal.

BACA JUGA :   Aksi Koboi Jalanan di Cianjur, Bamsoet : Senjata Api Tidak Boleh Sembarang Digunakan

Beberapa produsen mobil pun telah mengubah produksi mereka menjadi mobil listrik, seperti yang dilakukan oleh Volvo, Ford di Eropa, dan bahkan Rolls Royce. Mereka berkomitmen menjual kendaraan yang semuanya bertenaga listrik pada tahun 2030.

Begitu juga dua produsen mobil asal Jerman, Mercedes-Benz dan Volkswagen. Dua perusahaan tersebut sedang berusaha memenuhi aturan baru di Uni Eropa yang mewajibkan para produsen mobil berhenti menjual kendaraan bertenaga mesin pembakaran internal murni di benua Eropa mulai tahun 2035. Mereka hanya diperbolehkan menjual kendaraan listrik atau hibrida murni.

Tapi masalahnya, menurut AlixPartners, untuk memenuhi jumlah permintaan di tahun 2022 hingga 2026 saja, produsen dan pemasok kendaraan listrik membutuhkan dana investasi setidaknya US$ 526 miliar.

BACA JUGA :   Presiden: Selama Ramadhan, Vaksinasi Dilakukan Malam Hari

Maklum, harga bahan baku untuk kendaraan listrik lebih dari dua kali lipat dibanding harga kendaraan konvensional.

Apalagi, untuk proses transisi dari kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE) ke listrik, industri ini masih menghadapi tantangan ekonomi dan lemahnya rantai pasokan.

AlixPartners melihat kendala pasokan akan berlanjut hingga tahun 2024, dan memperkirakan total penjualan kendaraan global turun menjadi 79 juta unit tahun ini, sebelum naik menjadi 95 juta unit pada tahun 2024.

Di Amerika Serikat, total penjualan kendaraan diperkirakan akan meningkat menjadi 16 juta unit pada tahun 2023 dan mencapai puncaknya sebesar 17,5 juta unit pada tahun 2024 sebelum mulai turun kembali pada tahun 2025-2026. (BD)

BACA JUGA :   Sinergi GCRG dan G20, Menko Airlangga: untuk Memastikan Pemerataan Negara Anggota
Artikulli paraprakKecelakaan Maut, Bus Pariwisata Angkut Siswa SD Masuk Jurang, Tiga Orang Tewas
Artikulli tjetërSA Institut: RKUHP Harus Berorientasi Keadilan Sosial