Di tahun 2030 nanti akan ada 17 juta pekerjaan baru yang dibutuhkan dan semuanya berkaitan erat dengan teknologi digital. (foto: istimewa)

RADARTANGSEL – Berlangsungnya revolusi industri dari pertama hingga keempat atau yang juga disebut sebagai era digital seperti sekarang ini, menyebabkan beberapa profesi harus tergantikan.

Terkait dengan terus berkembangnya era digitalisasi, saat mengisi kuliah umum di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkap jenis-jenis pekerjaan yang akan lenyap pada tahun 2030.

“Studi di tiga negara Amerika, Jerman dan Australia, menyatakan di semua negara itu akan banyak jenis pekerjaan yang hilang dibandingkan dengan yang tumbuh. Di Amerika saja akan hilang 6,1 juta,” ungkapnya.

Menteri Erick menambahkan bahwa sekarang adalah era pertumbuhan ekonomi berdasarkan kapabilitas daripada sumber daya manusia (SDM). Jadi bukan hanya infrastruktur yang dibangun, tapi juga manusianya yang harus dibangun supaya memiliki kemampuan.

BACA JUGA :   Heboh UAS Ditolak Masuk ke Singapura, Begini Kronologi Lengkapnya

“Ini eranya kita membangun knowledge base economy, yaitu pertumbuhan ekonomi berdasarkan kapabilitas manusianya. Jangan sampai infrastrukturnya ada, manusianya tidak ada,” tandasnya.

Adapun sembilan jenis pekerjaan yang akan hilang pada tahun 2030 menurut Erick yakni:

1. Tenaga jasa penyiapan makanan;

2. Tenaga administrasi perkantoran;

3. Tenaga jasa transportasi;

4. Tenaga produksi manufaktur non-auto;

5. Construction and extraction;

6. Tradisional farming, fishing and forestry;

7. Sales dan yang berkaitan dengannya;

8. Social media manager; dan

9. Jasa pengamanan

Erick juga menyampaikan bahwa akan ada 17 juta pekerjaan baru yang dibutuhkan dan semuanya berkaitan erat dengan teknologi, mulai dari pendidikan, agriculture, pertanian, hingga pertambangan.

BACA JUGA :   Danrem Wijayakrama Pesan ke Jajarannya Hati-hati dalam Bermedsos

“Kita akan launching 5G mining pertambangan 5G di Freeport satu dua bulan ke depan, akan jadi pertama di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Selain menyampaikan jenis pekerjaan yang akan hilang, Menteri Erick juga menyampaikan kebutuhan talent di masa depan, di antaranya:

1. Data scientist dan analyst;

2. Artificial intelligence expert;

3. Software dan game developer;

4. Analis big data;

5. Block chain developer;

6. Market research:

7. Digital marketing:

8. Biotechnology;

9. Digital content (Youtuber, Tiktok). (BD)

Artikulli paraprakAde Armando Meminta MK Sahkan Pernikahan Beda Agama
Artikulli tjetërDi Tengah Pemugaran Gedung, PPDB di SMPN 12 Tangsel Berlangsung Lancar