Barang bukti belasan kilogram sabu yang berhasil disita Polresta Malang Kota. Foto: Antara

RADARTANGSEL – Aparat kepolisian Malang Kota berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis ganja sebanyak 14,7 kilogram dengan mengamankan sebanyak lima orang tersangka dari dua kasus berbeda.

Wakapolresta Malang Kota AKBP Deny Heryanto, di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (9/3/2022) mengatakan, bahwa pada kasus pertama, petugas mengamankan seorang tersangka berinisial RK dengan barang bukti berupa ganja seberat 11,2 kilogram.

“Dari tangan RK ada 11 bungkus ganja dengan berat total 11,2 kilogram,” kata Deny.

Deny menjelaskan, RK yang merupakan warga Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, dan berprofesi sebagai tukang parkir tersebut, mengaku mendapatkan ganja dari seseorang yang berinisial BN yang saat ini masih dalam pencarian petugas.

BACA JUGA :   Bea Cukai dan Polisi Temukan Ladang Ganja di Aceh Utara

Menurutnya, RK diminta oleh BN untuk mengedarkan ganja tersebut dengan sistem ranjau. Namun, karena RK merasa ketakutan, ia memilih untuk menyimpan ganja tersebut di rumahnya yang ada di kawasan Tlogomas.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, polisi berhasil menggagalkan peredaran ganja itu,” ucapnya.

Sementara itu, empat tersangka lain juga berhasil diamankan oleh Polresta Malang Kota atas kasus kepemilikan ganja. Petugas menangkap FR dengan barang bukti berupa ganja seberat 3,5 kilogram.

Deny menambahkan, FR mengaku bekerja sama dengan DY untuk mengedarkan ganja tersebut. Pengungkapan bermula pada saat petugas mengamankan SH, usai mendapatkan paket ganja dari tersangka DY.

DY yang tertangkap di kawasan Tlogomas tersebut mengaku sebelumnya memiliki sekitar sepuluh kilogram ganja. Ganja tersebut didapatkan dari AD asal Solo yang kini ditetapkan sebagai DPO. Para pengedar itu juga menyalurkan ganja itu kepada MD.

BACA JUGA :   Jual Obat Daftar G Berkedok Toko Kosmetik, Tiga Orang Ditangkap Polisi Sepatan

“Keempat tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda. Tersangka mengedarkan barang haram jenis ganja ini menggunakan sistem ranjau,” ujar Deny. (din)