RADAR TANGSEL-Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 mengusulkan agar gubernur Jakarta ditunjuk presiden. Tetapi, walikota atau bupati dan DPRD-nya dipilih secara langsung oleh rakyat.

Usulan itu dilontarkan Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin atau biasa disapa Bang Oding. “Jadi begini, UU Nomor 29 tahun 2007 tentang Jakarta sebagai Ibu Kota Negara sudah tidak lagi berlaku setelah ditetapkannnya UU baru tentang Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Bang Oding, kepada Radar Tangsel.Com, di Jakarta, Jumat (21/1/2022).

Nah, lanjut mantan wakil ketua DPRD DKI Jakarta ini Bamus Suku Betawi 1982 sebagai wadah masyarakat asli menyambut baik usulan otonomi daerah berada di tingkat kota dan kabupaten. “Yaitu walikota,bupati dan DPRD-nya (baik kota dan provinsi) ditetapkan melalui pemilihan umum secara langsung,” usulnya.

BACA JUGA :   Kata Menko Ekonomi Airlangga, Pemerintah Siap Siaga Hadapi Covid-19 Varian Omricon

Dalam perspektif Jakarta menjadi daerah khusus atau apapun namanya, Bang Oding mengatakan, maka gubernur dan wakilnya sebaiknya ditunjuk secara langsung oleh Presiden. “Sebagai masyarakat asli Jakarta, Betawi harus mempersiapkan diri menyambut datangnya era baru setelah Jakarta tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara,” paparnya.

Politisi yang saat ini merupakan dewan pertimbangan DPD Partai Golkar DKI Jakarta itu meminta semua yang tinggal di Jakarta untuk bersama-sama memberi masukan kepada pemerintah, DPR-RI dan DPD-RI mengenai bentuk ideal Jakarta masa depan. “Bagaimana konstruksi Jakarta ke depan sangat tergantung pada masukan-masukan tersebut,” ucapnya.

Ia pun berterima kasih dengan munculnya masukan baik dari DPR-RI maupun DPRD Jakarta termasuk masukan dari Presiden Jokowi baru-baru ini. Bang Oding juga berharap, Jakarta ke depan harus menjadi kota peradaban.

BACA JUGA :   Pekan Depan, Warga Jakarta Mulai Divaksin Corona

“Satu hal mendasar yang sangat penting adalah Jakarta tidak se-mata-mata menjadi kota bisnis seperti New York. Tetapi, juga harus menjadi kota peradaban,” cetus politisi senior Partai Golkar Jakarta ini.

Dan, ia menambahkan, budaya betawi harus menjadi ciri khas dalam konstruksi Jakarta baru yang berbudaya, terbuka, maju, toleran dan religius. “Kepada masyarakat asli betawi, saya berpesan agar menjadikan momentum perubahan ini untuk berbenah diri, meningkatkan daya saing, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan siap menjadi pemimpin Jakarta yang tangguh, kredibel dan visioner,” tukasnya. (AGS)

Artikulli paraprakDidepan Prajuritnya, Danrem Wijayakrama : Jaga Keharmonisan dan Komunikasi Keluarga
Artikulli tjetërKasus Covid-19 Meningkat, Dinkes Tangerang Gencar Lakukan Tracing