jaletreng
Kawasan jaletreng di Wilayah Setu, Tangerang Selatan. Foto: Damayanti/RADARTANGSEL.COM

RADARTANGSEL – Jaletreng yang berlokasi di Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) akhir-akhir ini menyita perhatian publik. Pasalnya, kawasan tersebut ramai diperbincangkan lantaran adanya dugaan pungutan liar alias pungli.

Dugaan pungli itu muncul setelah kawasan Jaletreng dikelola warga. Kondisi ini kemudian memunculkan adanya penarikan parkir dan pungutan liar kepada pemilik warung yang ada di lokasi tersebut.

Penelusuran RADARTANGSEL, warga sekitar mengklaim mengelola kawasan Jaletreng karena belum dikelola oleh Pemkot Tangsel. Warga kemudian berinisiatif mengelola aset milik Pemkot yang kini banyak dkunjungi warga untuk berwisata.

Salah satu pengurus Kawasan Jaletreng Adi Tri Haryanto (41) menyatakan, hingga saat ini Pemkot Tangsel belum ada mengelola kawasan tersebut.

BACA JUGA :   Awasi Orang Asing Pemkot Tangsel Bentuk Timpora

“Kita mengelola kawasan Jaletreng itu awal mulanya dari Pemkot tidak ada yang mengelola. Kalau kita orang lingkungan mengelola aset yang belum dikuasai oleh pemerintah disalahkan. Jadi yang bener bagaimana?,” kata Adi Tri Haryanto saat dijumpai di Jaletreng, Setu, Tangsel, Kamis (20/1).

“Kalau pemerintah sudah turun mengelola ini, kita siap ikut mereka, karena selama ini belum ada pengelolaan dari pemerintah. Kalau pemerintah mau ambil alih semua, kita siap kok, kan ini memang milik negara,” ujarnya.

Seperti diketahui, persoalan dugaan pungli di Jaletreng sempat ditangani Polres Tangsel. Polisi telah memeriksa beberapa pihak, termasuk di antaranya warga terkait laporan pungli tersebut. Bahkan, Polisi juga telah meminta keterangan terhadap dua pegawai dari Dinas PU Kota Tangsel.

BACA JUGA :   Dikubur di TPU Tanah Kusir, Mieke Wijaya Dimakamkan Satu Liang Lahat dengan Suaminya

“Sudah kita lakukan pemeriksaan, kita panggil pihak-pihak yang berkepentingan di sana. Kemudian kita lakukan klarifikasi dari pihak pedagang dan pengelola di sana,” terang Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Aldo Primananda Putra, Kamis, (20/1). (dmy)

Artikulli paraprakBack to Basics, Strategi Ditjenpas Wujudkan Good and Clean Governance
Artikulli tjetërBenamkan Arsenal, Liverpool ke Final Piala Liga