Radar Tangsel-Duet Prabowo Subianto-Puan Maharani (Prabowo-Puan) sebagai pasangan calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) di Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 telah dideklarasikan. Bagaimana peluang Ganjar Pranowo?

Akankah say goodbye (selamat tinggal) untuk Ganjar Pranowo? Yang pasti, hal ini masih menunggu dinamika politik yang sudah mulai memanas meski Pilpres masih 2 tahuh lagi.

Pasangan Prabowo-Puan sudah dideklarasikan. Meski bukan deklarasi resmi dari masing-masing parpol (Gerindra-PDIP), “perkawinan dini” yang dicomblangi dan digaungkan Poros Prabowo-Puan ini bisa jadi kenyataan.

Mengingat, wacana ini juga sudah menguat pascamasuknya Gerindra ke koalisi pemerintah. Menurut penulis, bila duet Prabowo-Puan benar-benar terjadi di 2024, maka ini dapat dikatakan sebagai penuntasan “Perjanjian Batu Tulis” yang sempat tertunda di 2019.

Janji Megawati pun akan terpenuhi. Dan, Mega juga akan terus melanggengkan “trah” Soekarno sebagai pemegang kekuasaan nomor dua di negeri ini.

Hal itu diakui dan dibenarkan Koordinator Presidium Nasional Poros Prabowo-Puan, Andianto. “Memang itu betul. Saya yakin, Bu Mega itu orangnya sangat committed (berkomitmen). Hanya soal waktu saja. Dan sekaranglah momen yang tepat untuk menunaikan ‘Perjanjian Batu Tulis’ itu dengan merestui Puan untuk disandingkan dengan Prabowo,” ungkap Andianto, saat bincang-bincang khusus dengan Radar Tangsel.Com usai Deklarasi Poros Prabowo-Puan Provinsi Banten, di Resto Sae Pisan, Jl. Pahlawan Seribu, CBD, Kav. 5, BSD, Tangsel, Banten, Senin (29/11/2021).

Ia pun optimis, jika pasangan Prabowo-Puan ini diusung Gerindra dan PDIP, maka peluang menangnya sangat besar. “Kans menangnya sangat besar karena diusung dua parpol besar,” ucap mantan aktivis KNPI DKI Jakarta itu.

Papar pemuda yang juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini, mengapa ia mendeklarasikan Poros Prabowo-Puan? Hal itu dikarenakan Prabowo dari hasil berbagai lembaga survei masih tetap masuk tiga besar.

“Dan beberapa survei sebagian besar, paling atas Prabowo. Puan memang masih rendah, tapi pelan-pelan elektabilitasnya terus naik. Apalagi, setelah kemarin Puan kita minta turun ke petani, nelayan, ke masyarakat bawah lainnya, surveinya langsung terdongkrak. Dan Prabowo jika dipasangkan Puan, kans menangnya besar,” tukasnya.

Terpenting lagi, kata dia, Prabowo-Puan merupakan simbol konsolidasi nasional. “Tidak ada lagi cebong-kampret. Polarisasi harus dihentikan. Itu terjadi kalau Prabowo dipasangkan dengan Puan. Konsolidasi nasional akan terwujud,” cetusnya.

Aktivis yang juga pernah aktif di Kosgoro ini mengatakan, Poros Prabowo-Puan sendiri deklarasi nasionalnya sudah dilakukan di Jakarta, beberapa waktu lalu. “Untuk provinsi, Banten ini yang pertama. Insya Allah nanti menyusul di 10 provinsi lainnya. Jawa Barat, Sumsel, Bengkulu, Sulawesi, Ambon dan lainnya. Ini daerah sudah minta deklarasi semua,” tegasnya.

Menurutnya, Prabowo-Puan adalah the real leader (pemimpin yang nyata yang benar-benar pemimpin. “Bukan pemimpin ujug-ujug (tiba-tiba). Prabowo kita semua tahu pengalaman dan jam terbang beliau, apalagi sekarang adalah menteri pertahanan dan jadi menteri terbaik nomor satu dari 10 menteri terbaik. Mbak Puan juga pernah jadi anggota DPR, menteri dan sekarang ketua DPR,” urainya.

Andianto berkata, hasil survei menunjukkan, selain secara individu tinggi elektabilitasnya, secara berpasangan, Prabowo juga tinggi. “Kami melihat Prabowo tanpa tebar pesona di mana-mana, elektabilitasnya tetap tinggi dan terus mengalir. Isu pendukung kecewa pun sudah mulai mereda. Saudara-saudari kita, rakyat Indonesia sudah mulai sadar dan mengerti, ini demi kesatuan bangsa. Mbak Puan juga semakin bertambah elektabilitasnya. Secara realistis Mbak Puan harus sekarang maju, demi menjaga momentumnya dikemudian hari. Apalagi dilihat dari dukungan pencalonan oleh parpol sangat gampang, dan pasti akan terus bertambah,” imbuhnya.

Bila Prabowo-Puan yang dicalonkan Gerindra dan PDIP. Lalu bagaimana nasib Ganjar Pranowo?

Akankah Ganjar say goodbye? Jika Prabowo-Puan benar diusung Gerindra dan PDIP, maka pintu untuk Ganjar di PDIP sudah tertutup rapat.

Namun, penulis menilai, Ganjar mungkin dapat dicalonkan oleh parpol lain. Dengan catatan, hasil survei Ganjar dari sisi popularitas, elektabilitas dan akseptabilitas tinggi alias masih tetap masuk tiga besar hingga menjelang Pemilu.

Pertanyaannya, parpol mana yang akan mengusung Ganjar? Golkar, ada Airlangga Hartarto.

Nasdem, isunya akan menggaet Anies Baswedan. PKS, isunya menguat ke Anies.

Demokrat hampir pasti ke AHY.
PKB? PAN? PPP? Ketiga parpol terakhir ini plus parpol di atas menurut hemat penulis masih memungkinkan bisa mengusung Ganjar.

Sekali lagi, dengan catatan, hasil survei Ganjar hingga menjelang Pemilu masih tetap prima di 2 atau 3 besar. Parpol-parpol, kemungkinan akan mengusung calon yang mudah “dijual” dan kans menangnya besar serta menguntungkan para calegnya mengingat Pemilu 2024 adalah Pemilu serentak.

Menurut hemat penulis, jika Ganjar hasil surveinya tetap bagus dan prima, maka parpol-parpol yang disebutkan di atas tidak menutup kemungkinan akan berebut Ganjar. Dari “Say Goodbye” akan menjadi “Welcome Ganjar”!

Penulis: Agus Supriyanto (Ketua Forum Wartawan Peduli Jakarta/FWPJ dan Direktur Pengembangan Berita dan Usaha Radar Tangsel.Com)

Artikulli paraprak52 Orang Divaksin Polresta Bandara Soetta
Artikulli tjetërJelang Akhir Bulan, Bandara Soetta Kedatangan Vaksin Sinovac

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini