Radar Tangsel-Tujuh bulan memimpin Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kinerja Walikota dan Wakil Walikota, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan (Ben-Pilar) tidak luar biasa, tapi juga tidak buruk-buruk juga. Demikian diungkapkan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tangsel, Andreas Arie R. Nugroho.

“Tidak wah-wah banget. Tapi, tidak jelek-jelek juga,” ucap Andreas menjawab pertanyaan Radar Tangsel.Com, seberapa jauh kinerja Ben-Pilar selama memimpin Kota Tangsel tujuh bulan ini?

Dalam Acara Media Gathering yang digelar DPD dan Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel, di Rumah Dandang Gula, Kawasan Serpong, Tangsel, Sabtu sore, 27 November 2021 itu, sebenarnya, Radar Tangsel.Com awalnya bertanya kepada para narasumber: menurut PSI, berapa nilai raport Ben-Pilar selama tujuh bulan memimpin Tangsel? Andreas dan para narasumber yang hadir tampak kesulitan menjawab hal itu.

Narasumber di acara itu adalah selain Andreas, hadir semua anggota Fraksi PSI DPRD Kota Tangsel: Ferdiansyah (ketua), Alexander Pasaribu (sekretaris), Emanuella Ridayati (wakil ketua), Christian (anggota) dan Kepala Divisi DPD PSI Tangsel (Bima Januari). “Masih terlalu dini ya kalau mau mengukur kinerja kurang lebih 6 atau 7 bulan ini. Berapa ya nilainya?” jawab Ferdiansyah yang agak kesulitan menentukan angka untuk menilai kinerja Ben-Pilar sambil saling memandang ke arah rekan-rekannya di samping.

Akhirnya, sang pimpinan mereka yaitu Aan, sapaan akrab Andreas Arie R. Nugroho, memutuskan menjawab meski tidak dengan angka juga. “Yang pasti, kinerjanya tidak wah-wah banget. Tapi, tidak jelek-jelek juga. Tentu, menilai kinerja saat ini agak berbeda dengan yang dulu, ya. Karena, kondisi saat ini, ada pandemi Covid-19,” jawab Aan.

Saat ditanya mengenai kunjungan DPD PSI, anggota Fraksi PSI dan DPW PSI Banten ke kediaman Benyamin Davnie, beberapa hari lalu, apakah ada misi politisnya, akan berkoalisi atau tetap opisisi? Aan pun menjawab diplomatis.

“Kunjungan ke rumah Pak Ben itu bagian dari salah satu rangkaian Ultah PSI yang ke-7. Yaitu kami berkunjung silaturahmi ke 7 tokoh atau instansi di Tangsel. Salah satunya ke rumah Pak Ben. Dan saya tegaskan, posisi PSI tidak ada di koalisi maupun oposisi. Kita datang ke sana tidak lantas masuk koalisi,” jawab politisi berdarah Jawa ini.

Yang pasti, kata Aan, PSI tetap bermitra dan melakukan kritik yang konstruktif dan memberikan solusi untuk pembangunan dan kemajuan warga Tangsel. “Kalau kita melakukan kritik itu pun disertai solusi, lho,” Rida menimpali.

Bos PSI Tangsel ini pun membuka sedikit hasil pertemuan “politik” dengan orang nomor satu di Tangsel itu. “Jadi, Pak Ben menyampaikan ke kami bahwa beliau salut dengan PSI. Meski diserang sana-sini, tetap saja (PSI) tegak berdiri,” tukasnya.

Dalam media gathering itu, para narasumber satu per satu bergiliran menyampaikan pandangannya terkait berbagai persoalan yang masih harus dibenahi di Tangsel yang usianya sudah 13 tahun ini. Selama 13 tahun ini, PSI menilai belum ada perbaikan yang signifikan di berbagai bidang di Tangsel.

Pendekar-pendekar PSI di DPRD Tangsel pun menyoroti berbagai persoalan yang masih ada di Tangsel. Permasalahan yang ada saat ini, menurut para anggota dewan dari Fraksi PSI di antaranya belum efektifnya penggunaan anggaran pemerintah kota.

Lalu, masih adanya pelayanan kesehatan yang tidak maksimal. UMKM, ekonomi mikro yang belum berjalan sesuai harapan. Kemudian, persoalan carut marut BUMD di Tangsel yaitu PT PITS (Pembangunan Investasi Tangerang Selatan) yang tidak menghasilkan laba signifikan untuk dimasukkan ke PAD (Pendapatan Asli Daerah).

Pantuan dan pengamatan Radar Tangsel.Com, Fraksi PSI selama ini merupakan fraksi yang paling vokal dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan Pemkot Tangsel di segala aspek. Menurut pengamatan Radar Tangsel.Com, parpol maupun fraksi-fraksi jumbo di DPRD Tangsel belum menunjukkan taringnya dalam menjalankan fungsi dewan, mulai dari budgeting, legislasi dan controlling.

Jumlah mereka besar, tapi tampak seperti buih di lautan tidak dapat menjadi sandaran rakyat Tangsel.
Akankah PSI yang hanya empat kursi di DPRD Tangsel masih tetap konsisten vokal sampai 2024 dan menjadi “bintang yang bersinar” di antara parpol dan fraksi-fraksi jumbo yang “sinarnya meredup”? Waktu yang akan menjawabnya. (AGS)

Artikulli paraprakCegah Covid-19 di Hari Libur, Terminal Bandara Soetta Diawasi Polisi
Artikulli tjetërResmi Dilantik, Kombes Kasmen-Ardinata Sah Pimpin ILUNI Menwa UI Periode 2021-2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini