Radar Tangsel-Badai pandemi Covid-19 membuat sendi-sendi ekonomi di semua negara termasuk Indonesia luluh lantah. Tetapi, ada satu anomali untuk bisnis kuliner yang satu ini.

Dalam hal ini, bisnis kuliner makanan siap saji, Teras Japan. Di masa pandemi Covid-19 ini, bisnis kuliner Teras Japan justru melejit.

Tidak terjepit dan terhimpit seperti bisnis lainnya. Ya, Teras Japan adalah sebuah bisnis kuliner yang diprakarsai oleh seorang pemuda keturunan Jepang-Indonesia bernama Rony Paat.

Warga naturalisasi berdarah Manado-Jepang yang saat ini sudah menjadi WNI (Warga Negara Indonesia) itu membuka bisnis kuliner Teras Japan dengan penuh perjuangan. Ditemui Radar Tangsel.Com (Radar Media Nasional/RMN Group), di kedai Teras Japan miliknya di Pasar Moder Bumi Serpon Damai (BSD), Jl. Letnan Soetopo, No. 38, Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (22/10/2021), Rony mengkisahkan perjalanan bisnisnya yang sempat jatuh bangun.

Untuk diketahui, Teras Japan saat ini dapat dikatakan cukup sukses. Pelanggannya setiap hari hampir selalu ramai.

Bada magrib, para pelanggannya mulai berdatangan. Bahkan, menjelang Isya, para pelanggan mengambil antrean untuk dapat menyantap makanan barbeque (BBQ) ala Jepang yang sangat menggugah rasa.

BACA JUGA :   Asyik, Kalandra Cafe & Resto akan Grand Opening Sore Ini

Anda yang datang untuk pertama kalinya ke tempat tersebut dan mencicipi menu-menu daging bakar/asap di Teras Japan hampir dipastikan akan kembali lagi alias ketagihan. Citra rasa berbagai macam dagingnya sangat khas dan membuat lidah tidak dapat berhenti untuk menikmatinya.

Tidak heran, setiap hari, Teras Jepan selalu penuh dikunjungi para pelanggannya baik dari BSD maupun Jakarta dan sekitarnya. Dan, mereka rela menunggu (antre) berjam-jam hanya untuk dapat menyantap BBQ ala Jepang yang sangat-sangat menggugah selera tersebut.

Setiap hari bahkan saat akhir pekan, banyak pengunjung yang tidak dapat menikmati berbagai menu daging nikmat karena sudah full (penuh) dan tutup. Soal omzet, jangan ditanya.

Rony mengatakan, hanya dalam 4 jam buka, ia pernah mendapatkan omzet Rp 20 juta. Tentu itu angka yang sangat luar biasa di masa pandemi seperti ini.

“(Saya) tidak bisa (mengungkapkan omzet) yang satu bulan,” ujar Rony dengan nada malu-malu dan merendah.

Ia pun melanjutkan berikut. “Tapi, sehari pernah di atas Rp 20 juta dalam 4 jam,” ungkapnya.

BACA JUGA :   Harganya Terjangkau, Ini Menu-menu BBQ Teras Japan yang Menggoda Selera Makan

Kembali ke kisah sang pendiri dan pemilik Teras Japan, Rony menceritakan, segala duka cita menyelimuti perjalanan bisnis kulinernya. “Awal-awal buka di Pasmod BSD ini, hari-hari pertama sampai semingguan Teras Japan sepi. Akhirnya, saya makan sendiri dan bayar sendiri,” ucap pria yang juga founder dan direktur PT Omigos itu.

Perlahan-lahan, penuh dengan kesabaran, usaha kulinernya mulai dikenal orang. Itu pun dengan berbagai macam strategi pemasaran.

“Jadi, Teras Japan pertamakali dibuka pada 16 Juli 2020.
Pada awalnya, saya membuka Teras Japan hanya untuk mempekerjakan staf-staf saya yang tidak dapat bekerja dikarenakan penutupan mal- mal tempat saya memulai usaha saya di Indonesia yaitu dengan membuka merk Toyofuku yang semua cabangnya berada di dalam mal,” paparnya.

Dengan niat itu, lalu pengusaha kuliner yang beristrikan wanita Sunda ini bersama dua rekannya membuat sebuah konsep kuliner Jepang yang dijajakan di bawah tenda. “Tapi, dengan kualitas dan pelayanan yang setara dengan restauran di mal. Saya berani mengatakan seperti itu karena kami memiiki staf yang sudah berpengalaman kerja di lingkungan mal,” urainya.

BACA JUGA :   Lezatnya Nasi Kebuli Ala Kader PKS, Harga Kaki Lima, Rasa Bintang Lima

Kata pria kelahiran Jepang, 30 Maret 1979 ini, awalnya, Rony tidak pernah membayangkan Teras Japan akan dapat berkembang pesat seperti sekarang. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua masyarakat yang kami menyebutnya mereka adalah sebagai Teras Heroes. Karena, bagi kami, merekalah pahlawan yang sudah membantu saya dan staf saya untuk dapat tetap bekerja.
Untuk itu kami sangat bersyukur dan berterimakasih,” cetus Rony.

Disebutkannya, Teras Japan benar-benar hanya berfokus kepada konsep dan pelayanan. “Kami tidak membayar satu pun influencer untuk mendongkrak nama brand ini. Karena, kami percaya dasar dari sebuah tempat makan adalah pelayanan dan kualitas dari makanan itu sendiri,” tegasnya.

Namun, sambung pria berbadan atletis ini, tidak dipungkiri dampak dari kedatangan beberapa influencer yang datang sangat sangat berpengaruh pada perkembangan Teras Japan. “Kami juga sangat berterima kasih untuk mereka yang sudah senantiasa berkunjung ke Teras Japan. Berkat mereka juga kami dapat berkembang pesat seperti sekarang,” imbuh pria yang ramah dan supel ini. (AGS)

Artikulli paraprakTernyata asal Tiongkok, Polisi Tangkap Bohir Pinjol Ilegal
Artikulli tjetërHKGB ke-69, Kapolri: Polri Kuat karena Didukung oleh Bhayangkari